Garuda Indonesia: Delay Lebih dari 4 Jam Rata-rata karena Cuaca

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing 747-400 milik  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang berhenti beroperasi, di Cengkareng, Banten, 9 Oktober 2017. Pesawat ini telah dioperasikan sejak 23 tahun lalu. Tempo/Vindry Florentin

    Pesawat Boeing 747-400 milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang berhenti beroperasi, di Cengkareng, Banten, 9 Oktober 2017. Pesawat ini telah dioperasikan sejak 23 tahun lalu. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengakui adanya kendala operasional yang menyebabkan keterlambatan penerbangan pesawat Garuda pada Kamis, 21 Desember 2017.

    "Delay kemarin itu sifatnya operasional," kata Ikhsan kepada Tempo pada Jumat, 22 Desember 2017.

    Ikhsan mengungkapkan, ada sejumlah perbaikan teknis terhadap pesawat yang rusak. Ditambah dengan traffic yang tinggi pada musim liburan ini, kata Ikhsan, dampaknya terhadap keterlambatan penerbangan pesawat maskapai pelat merah ini.

    "Perbaikan teknis, juga karena traffic padat banget. Jadi sepertinya memang akumulasi," ujar Ikhsan.

    Simak: Atasi Delay, Kemenhub Minta Garuda Rapat dengan 2 Lembaga Ini

    Selain itu, Ikhsan melanjutkan, faktor cuaca sangat mempengaruhi jadwal penerbangan. Salah satu keterlambatan yang cukup lama kemarin, yakni penerbangan ke Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, dari Bandar Udara Kuala Namu, Medan.

    "Kemarin itu, pesawat ke Silangit menunggu cuaca sehingga bisa diberangkatkan," ujarnya.

    Menurut Ikhsan, delay yang terjadi selama lebih dari empat jam rata-rata terkendala cuaca. Ikhsan mengatakan ada tujuh penerbangan yang terkendala cuaca sehingga tertunda agak lama. Sedangkan delay lainnya biasanya tak memakan waktu lama.

    "Ada yang 30 menit, 40 menit. Yang di atas empat jam Silangit itu, yang lain sih mengalir," kata Ikhsan.

    Kendati mengalami delay kemarin, Ikhsan mengatakan penerbangan pada hari ini, 22 Desember, telah kembali lancar. Ihwal pertemuan pimpinan Garuda Indonesia dengan Direktur Angkasa Pura II dan Direktur Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav) yang disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya, Ikhsan mengatakan ketiga stakeholder intens berkoordinasi pada masa seperti ini.

    "Ketika peak season memang koordinasi intens untuk melancarkan penerbangan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.