Begini Penjelasan Lion Air Soal 25 Penumpang yang Gagal Terbang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang turun dari pesawat Lion Air setelah gagal berangkat menuju ke Surabaya setelah penutupan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/11/2017). Penutupan ini dilakukan karena ada debu vulkanik erupsi Gunung Agung, Bali, pada rute penerbangan Lombok-Surabaya. ANTARA FOTO/Syaiful Arif

    Sejumlah penumpang turun dari pesawat Lion Air setelah gagal berangkat menuju ke Surabaya setelah penutupan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/11/2017). Penutupan ini dilakukan karena ada debu vulkanik erupsi Gunung Agung, Bali, pada rute penerbangan Lombok-Surabaya. ANTARA FOTO/Syaiful Arif

    TEMPO.CO, Jakarta – Beredar kabar soal adanya 25 penumpang maskapai Lion Air yang tidak mendapatkan kursi untuk terbang menuju Denpasar dari Bandara Soekarno Hatta. Hal itu disampaikan lewat unggahan status seorang pengguna Facebook dengan akun bernama Tris Destiana pada 20 Desember 2017..

    Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi karena adanya kendala teknis yang terjadi pada pesawat yang akan digunakan untuk terbang. Menurut penuturan Ramaditya, pesawat yang sebelumnya digunakan adalah jenis Boeing 737-900 tapi kemudian karena terjadi kendala teknis pesawat diganti dengan jenis Boeing 737-800.

    Baca juga: Insiden Keterlambatan Penumpang, Lion Air Minta Maaf

    “Pesawat yang ada itu 737 800, padahal yang dijadwalkan adalah pesawat 737 900. Akibat pergantian ini kan ada perbedaan kapasitas, jadi berakibat pada adamya beberapa penumpang yang tidak terangkut,” kata Rama kepada Tempo Kamis 21 Desember 2017.

    Rama mengatakan bahwa keputusan untuk tetap mengganti pesawat meski dengan jumlah kursi yang tidak cukup diambil karena khawatir waktu operasi maskapai di bandara tujuan di Denpasar telah selesai. Rama juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dihadapi oleh para penumpang akibat kesalahan ini.

    “Yang utama kita tetap meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat peristiwa ini,” kata Rama.

    Selain itu, Rama mengatakan bahwa 25 penumpang yang sempat gagal terbang ke Denpasar sudah diterbangkan dengan pesawat paling pagi pada Kamis, 21 Desember 2017. Lion Air juga telah memberikan penginapan di hotel termasuk akomodasi pulang pergi ke bandara.

    Baca: Terlantar 12 Jam Lebih, Lion Air Terbangkan 120 Penumpangnya

    Terkait sejumlah uang yang diberikan oleh Lion Air kepada para penumpang, Rama mengatakan uang tersebut bukan uang kompensasi seperti dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Pengangkut Angkutan Udara. Menurut dia, uang tersebut merupakan kebijakan personal dari perusahaan.

    Dalam unggahan tersebut diceritakan bahwa para penumpang awalnya mengalami keterlambatan jadwal penerbangan. Namun, ketika masuk ke pesawat, kapasitas pesawat tidak mampu menampung seluruh jumlah penumpang. Akibatnya ada sebanyak 25 orang penumpang yang tidak bisa terangkut.

    Kemudian 25 orang tersebut diminta untuk kembali ke bandara dan dijanjikan akan berangkat dengan pesawat selanjutnya. Namun janji tersebut tidak ditepati oleh pihak Lion Air dan justru menjanjikan lagi kepada 25 penumpang itu untuk diberangkatkan pada esok harinya dengan jadwal penerbangan paling pagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.