Menjelang Akhir Tahun, Luhut Sebut Pasokan Elpiji Pertamina Aman

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mempersiapkan tabung gas 12 kg sebelum diisi di stasiun pengisian bahan bakar elpiji Patra Trading Plumpang, Jakarta, 27 Mei 2015. Realisasi penjualan LPG Pertamina hingga April 2015 tercatat mencapai 2,05 juta metric ton atau meningkat sekitar 6% dibandingkan dengan penyaluran pada periode yang sama tahun 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja mempersiapkan tabung gas 12 kg sebelum diisi di stasiun pengisian bahan bakar elpiji Patra Trading Plumpang, Jakarta, 27 Mei 2015. Realisasi penjualan LPG Pertamina hingga April 2015 tercatat mencapai 2,05 juta metric ton atau meningkat sekitar 6% dibandingkan dengan penyaluran pada periode yang sama tahun 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Panjaitan menyebut Pertamina telah meningkatkan ketersediaan stok bahan bakar, dari biasanya 11 hari menjadi 17 hari. Peningkatan angka ketersediaan stok ini dilakukan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru guna memastikan warga bisa melaksanakan aktivitasnya dengan lancar.

    "Dari Pertamina semua kebutuhan bahan bakar bisa 17 hari yang harusnya ketersediaan 11 hari, tapi pada hari ini 17 (hari). Jadi, tidak ada masalah bahan bakar yang dibutuhkan masyarakat," kata Luhut pada Senin, 18 Desember 2017.

    Baca juga: Amankan Libur Akhir Tahun, Pertamina Tambah Pasokan BBM 15 Persen

    Hal ini pun diamini Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik. Menurut dia, ketersediaan bahan bakar, khususnya untuk kebutuhan konsumsi seperti LPG 3 kg yang sempat mengalami kelangkaan, hampir teratasi. Pihaknya telah menempatkan persediaan yang cukup di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    "Kalau kita lihat urusan LPG udah hampir selesai ya. Jadi, sekarang kita bahkan sudah tempatkan di SPBU-SPBU. Jadi kalau misalnya ada keterlambatan pengiriman karena cuaca, itu akan aman, ada di semua SPBU," katanya.

    Adapun cara lain yang bisa ditempuh jika terjadi ombak tinggi adalah dengan meningkatkan pengiriman. Berkaca dari pengalaman pada libur lebaran, permintaan bahan bakar lain juga diprediksi lebih tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan kebutuhan pada Natal dan Tahun Baru.

    “Kalau BBM, saya kira berangkat dari pengalaman mudik kemarin dengan peningkatan yang jauh Pertamina perkirakan lebih tinggi dari Natal, Tahun Baru, nggak ada masalah," kata Elia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.