IHSG Sesi I Menguat 0,53 Persen, Diprediksi Akan Cetak Rekor Baru

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,53 persen atau 32,75 poin ke level 6.166,71 di akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa, 19 Desember 2017. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.110,28-6.176,45.

    Sebanyak 152 saham menguat, 147 saham melemah, dan 269 saham stagnan dari 568 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG di akhir sesi I.

    Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama sektor konsumer (+1,25 persen) dan tambang (+1,10 persen). Adapun empat sektor lainnya bergerak negatif dipimpin sektor infrastruktur yang melemah 0,92 persen.

    Baca juga: Lagi, IHSG Pecahkan Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Level 6.133

    Saham HMSP (+1,78 persen), UNVR (+1,75 persen), INDF (+1,67 persen), dan INAF (+5,12 persen) menjadi pendorong utama terhadap penguatan sektor konsumer pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Berikut rincian 10 emiten pendorong utama IHSG siang ini:

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    HMSP +1,78 persen

    UNVR +1,75 persen

    MABA +24,89 persen

    BBNI +2,69 persen

    BBCA +0,47 persen

    Berdasarkan presentase:

    VICO +25,00 persen

    MABA +24,89 persen

    JMAS +24,37 persen

    BSIM +13,64 persen

    BMSR +12,93 persen

    Baca juga: Pekan Ini, IHSG Mencapai Level Tertingginya Sepanjang Masa

    Indosurya Sekuritas memprediksikan IHSG masih akan terus cetak rekor baru hingga akhir tahun ini. "Hari ini IHSG berpotensi melaju ke zona hijau," tulis Vice Presiden Research Department, William Surya Wijaya, dalam risetnya.

    Dipaparkan, IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar sembari menanti pola kenaikan lanjutan jangka pendek, pekan terakhir jelang perayaan natal masih menunjukkan pola pergerakan yang berpotensi naik untuk IHSG.

    Menurutnya, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan timeframe investasi jangka menengah-panjang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.