Dirut PT KAI: Persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru Sudah Bagus

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro

    Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro menilai persiapan menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru di sejumlah Daerah Operasi (Daop) sudah cukup bagus.

    "Hanya saja memang cuaca saat ini kurang bersahabat, intensitas hujan cukup tinggi, sehingga fokus kami memperhatikan daerah-daerah rawan seperti rawan longsor, rawan ambles, rawan banjir," katanya di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah pada Senin sore, 18 Desember 2017.

    Edi mengatakan hal itu di sela kegiatan memantau persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto bersama Direksi PT KAI dan sejumlah pejabat Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Kegiatan memantau ini terbagi atas dua rombongan, masing-masing memantau jalur rel lintas selatan dan jalur rel lintas utara.

    Baca juga: Libur Akhir Tahun, PT KAI Tambah 2 Kereta Jakarta-Semarang PP

    Terkait dengan sejumlah titik rawan, Edi mengatakan pihaknya telah meminta seluruh Kepala Daop untuk memberikan perhatian khusus dan antisipasi sehingga pelaksanaan operasi angkutan Natal dan Tahun Baru bisa berjalan dengan baik serta tidak mengalami gangguan. "Kalau untuk Daerah Operasi 5 ini hampir rata-rata sudah diantisipasi," katanya.

    Disinggung mengenai sejumlah kejadian longsor di wilayah PT KAI Daop 2 Bandung, dia mengakui jika di wilayah Daop 2 cukup banyak terdapat titik rawan.

    Akan tetapi, kata dia, pihaknya dapat segera mengatasi titik-titik rawan di wilayah PT KAI Daop 2 Bandung. "Dan sekarang, kami sudah dibuatkan posko atas bantuan Pak Direktur Keselamatan (Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Edi Nursalam)," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).