Pulihkan Pariwisata Bali Usai Erupsi Gunung Agung Butuh Rp 100 M

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hembusan asap kelabu dari kawah Gunung Agung terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, 5 Desember 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya tremor melebihi skala akibat aktivitas gunung yang masih berstatus awas tersebut. ANTARA FOTO

    Hembusan asap kelabu dari kawah Gunung Agung terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, 5 Desember 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya tremor melebihi skala akibat aktivitas gunung yang masih berstatus awas tersebut. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Denpasar - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan dibutuhkan kegiatan promosi pariwisata Bali besar-besaran, khususnya setelah fase erupsi Gunung Agung. Promosi sebagai upaya pemulihan ini setidaknya membutuhkan anggaran Rp 100 miliar. "Total Rp 100 miliar untuk promosi," ujarnya usai bertemu dengan para pemangku kepentingan pariwisata di Bali Tourism Board, Denpasar, Senin, 18 Desember 2017. 

    Salah satu bentuk promosi tersebut, kata Arief, yaitu penjualan (selling). "Kalau selling itu langsung menjual diskon 40-50 persen," ujarnya. Arief menjelaskan hal tersebut berlaku untuk turis domestik dan mancanegara.

    Baca: Luhut: Banyak Turis Mau Lihat Letusan Gunung Agung

    Arief menjelaskan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tidak mencapai target yang ia patok tahun ini. "Saya menargetkan Bali itu 6 juta (wisatawan mancanegara)," katanya.

    Namun ia memperhitungkan di pengujung tahun 2017, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sejumlah 5,5 juta orang. Meskipun demikian, ditinjau dari awal tahun sampai bulan Oktober 2017, kunjungan wisatawan mancanegara sudah bagus, yakni mencapai 5 juta orang.

    Aktivitas Gunung Agung dalam fase erupsi tidak bisa diprediksi. Tetapi Arief tetap mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara yang lebih tinggi untuk tahun depan. "Bali target tahun depan 7 juta (kunjungan wisatawan mancanegara), tidak boleh turun," ucapnya.

    Target tersebut, menurut Arief, telah mempertimbangkan perbandingan jumlah wisatawan diBangkok. "Bangkok itu 18 juta (kunjungan) mengalahkan Bali. Di sana kota, di sini pulau, jauh lebih apa pun Bali daripada Bangkok," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.