Minggu, 16 Desember 2018

Sri Mulyani Sebut 3 Agenda Ini Ikut Topang Pertumbuhan 2018

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani: Defisit Anggaran dan Utang Masih Aman

    Sri Mulyani: Defisit Anggaran dan Utang Masih Aman

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin perekonomian pada tahun 2018 akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun ini. Keyakinannya seperti yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 bahwa pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 5,4 persen.

    Proyeksi tersebut didasarkan atas adanya beberapa agenda-agenda besar yang diprediksi bakal mendongkrak belanja masyarakat. Sri Mulyani menyebut ada tiga momentum yang bakal diharapkan mendongkrak perekonomian nasional, ketiganya yakni pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, agenda Asean Games dan juga pertemuan IMF-World Bank pada Oktober 2018 mendatang di Bali.

    Baca: Sri Mulyani: Defisit Anggaran dan Utang Masih Aman

    Hal itu disampaikan oleh Sri Mulyani dalam acara Investor Gathering Tahun 2017 yang bertajuk "Pembiayaan Produktif Mendukung APBN yang Berkualitas." Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan dengan tujuan menyampaikan paparan dan diskusi terkait outlook perekonomiaan dan kebijakkan fiskal dan strategi pembiyaan APBN 2018.

    Sri Mulyani berujar bahwa momentum Pilkada serentak diharapkan memberi efek positif bukan negatif bagi perekonomian nasional. "(Agenda Pilkada) memberikan harapan bahwa proses demokrasi terbuka berdampak positif terhadap belanja negara. Karena dalam proses itu pasti terjadi mobilisasi resource dari para kandidat kepada voter untuk mencapai kemenangan," kata Sri Mulyani di Aula Djuanda 1 Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

    Selain itu, pemerintah melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menjamin dengan adanya Pilkada tidak akan menganggu kinerja dan kerja pemerintah. Presiden Jokowi, kata Sri Mulyani, menjamin pemerintah akan fokus dan berkomitmen untuk menjalankan agenda kebijakkan pemerintah, termasuk menjaga momentum pertumbuhan dan pembangunan infrastruktur.

    Terkait perhelatan Asian Games yang digelar di Indonesia, Sri Mulyani berpendapat bahwa acara tersebut akan mendorong belanja masyarakat yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi. Dorongan pertumbuhan tersebut juga diharapkan datang lewat belanja sekitar 30 ribu stakeholder dari 45 negara yang berlaga dalam Asean Games.

    "Perhelatan ini dilakukan di tengah tahun, ketika waktu Idul Fitri maju 10 hari pada awal Juni. Ini tentu memberikan sentimen poisif pada pertumbuhan ekonomi di kuartal III," tutur Sri Mulyani.

    Sri Mulyani yakin Asean Games akan mampu mendorong perekonomian terutama pada pertengahan tahun. Apalagi, acara yang digelar di Jakarta dan Palembang ini terus dimonitor oleh Presiden Jokowi dan menteri-menteri terkait.

    Pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh World Bank dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bali pada Oktober 2018 mendatang akan mampu mendongkrak perekonomian. Lewat acara tersebut, diharapkan mampu meningkatkan belanja masyarakat.

    Apalagi, dengan kondisi pasca erupsi Gunung Agung, yang hanya berpengaruh dalam radius 10 km, ia yakin agenda tersebut akan di tetap di gelar di sana. "(Karena erupsi Gunung Agung) kemarin banyak yang mengubah destinasi. Untuk itu saya encourage untuk kembali lagi ke Bali (termasuk pertemuan World Bank dan IMF)," ujar Sri Mulyani yang pernah menjadi Direktur Bank Dunia tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".