Meski Naik Turun, Bappenas Sebut Kemiskinan Capai Level Terendah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angka Kemiskinan Naik dalam Enam Bulan

    Angka Kemiskinan Naik dalam Enam Bulan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas mengklaim program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dalam dua tahun terakhir ini sudah berjalan ke arah yang benar. Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan sejumlah indikator perekonomian telah menunjukkan pencapaian yang baik, salah satunya dari indikator tingkat kemiskinan.

    “Tren gini ratio atau ketimpangan ekonomi sudah di bawah 0,4 persen dalam dua tahun terakhir ini, dilanjutkan dengan tingkat kemiskinan yang berada di level 10,64 persen dari total penduduk Indonesia per Maret 2017,” kata Bambang dalam dialog mengenai Outlook Pembangunan 2018: Tantangan di Tahun Politik, di Kantor Kementerian PPN, Senin, 18 Desember 2017.

    Baca: Angka Kemiskinan Naik dalam Enam Bulan

    Hingga Oktober 2017, Pemerintah Jokowi telah genap berusia 3 tahun. Sejumlah capaian memang telah berhasil dilakukan Jokowi seperti pembangunan infrastruktur fisik di berbagai daerah di Indonesia.

    Namun secara makro, pemerintah Jokowi juga sebenarnya belum berhasil mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. Hingga Kuartal III 2017, pertumbuhan ekonomi baru mencapai 5,06 persen.

    Lebih lanjut, menurut Bambang, meski angka kemiskinan di Indonesia kerap turun naik, level kemiskinan 10,64 persen tersebut merupakan persentase paling rendah yang pernah dialami oleh Indonesia. Hingga Maret 2017, ujarnya, persentase kemiskinan turun sekitar 0,22 persen (year-on-year atau yoy) dan sejumlah sejumlah turun 0,24 persen (yoy).

    Selain pada angka kemiskinan,menurut Bambang penurunan juga terjadi pada tingkat pengangguran terbuka. Persentase pengangguran terbuka terus turun, dari sekitar 5,6 persen dari jumlah angkatan kerja per Agustus 2016, menjadi 5,5 persen per Agustus 2017. Pemerintah, kata Bambang, menargetkan agar angka ini bisa bertahan hingga akhir 2017.

    Untuk menjaga pencapaian positif tersebut di tahun 2018 mendatang, kata Bambang, pemerintah akan menjaga kinerja dari sejumlah indikator perekonomian. Salah satunya upaya tersebut adalah dengan memastikan stabilitas pertumbuhan ekonomi tetap berjalan dengan baik, melalui pengendalian inflasi. “Karena ini yang cukup berpengaruh langsung,” ucapnya.

    Selanjutnya, kata Bambang, pemerintah akan memastikan peran investasi teurs meningkat. Tak terkecuali pembangunan infrastruktur untuk mendukung kohesivitas seperti jalan, pelabuhan, hingga bandara. “Ini bagian dari upaya mengatasi kemiskinan, sekaligus mengurangi ketimpangan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.