Bappenas Prediksi Larisnya Barang Kampanye Naikkan Ekonomi 2018

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Bappenas,  Bambang Brodjonegoro memberikan sambutan dalam acara Temu Nasabah UlaMM,

    Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro memberikan sambutan dalam acara Temu Nasabah UlaMM, "Merintis Wirausaha, Membangun UKM" di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, 16 Agustus 2017. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan tahun politik pada 2018 mendatang bisa menjadi peluang positif bagi perekonomian Indonesia. Menurut dia, salah satu peluang positif tersebut adalah angka pengeluaran di sektor konsumsi yang diprediksi akan ikut naik.

    “Terutama untuk konsumsi LNPRT (Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga) pada barang non-durable goods (tidak tahan lama) untuk kebutuhan kampanye,” katanya dalam dialog mengenai "Outlook Pembangunan 2018: Tantangan di Tahun Politik" di Kantor Bappenas, Senin, 18 Desember 2017.

    Simak: Kepala Bappenas Pesimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

    Pada Juni 2018 nanti, 171 daerah akan melangsungkan pemilihan kepada daerah serentak. Tak hanya momentum pilkada serentak, 2018 nanti juga diprediksi akan menjadi tahun pemanasan menjelang pemilihan presiden dan legislatif serentak pada April 2019.

    Situasi ini, kata Bambang, mau tidak mau juga akan meningkatkan belanja pemerintah untuk Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, ataupun untuk anggaran keamanan oleh kepolisian. Ia mencontohkan, pada dua triwulan pertama 2014, konsumsi LNPRT berada di atas 20 persen untuk non-durable goods.

    Meskipun demikian, ia mengatakan tahun 2018 bukan hanya sebagai tahun politik, tapi juga tahun untuk mengakselerasi target-target dari pemerintah. Namun, dengan adanya potensi dari tahun politik ini, Bambang optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada 2018 bisa tercapai.

    Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, mengatakan hal senada. Menurut dia, ekonomi dan politik di Indonesia memang tidak bisa dipisahkan. Ia mencontohkan, tren pertumbuhan ekonomi pada akhir masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono selalu menanjak. “Untuk kepentingan pemilu berikutnya atau untuk legacy (warisan),” ucapnya.

    Menurut dia, tren itu sudah tampak pada paruh kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini. Meski sempat menurun, sejumlah variable ekonomi tiba-tiba naik menjelang 2018, seperti investasi di sektor mesin dan peralatan. “Dunia usaha sudah mulai duluan curi start untuk mendapatkan momentum tahun politik mendatang,” tuturnya mengomentari pernyataan Kepala Bappenas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.