Defisit Anggaran 2018 Turun 2,2 Persen, ICAEW: Sangat Ambisius

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani: Defisit Anggaran dan Utang Masih Aman

    Sri Mulyani: Defisit Anggaran dan Utang Masih Aman

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Regional ICAEW Asia Tenggara Mark Billington mengatakan rencana pemerintah menurunkan defisit anggaran hingga 2,2 persen pada produk domestik bruto (PDB) 2018 dari sasaran revisi 2,9 persen tahun ini sangat ambisius. "Perlu kondisi politik yang baik," katanya dalam siaran pers pada Senin, 18 Desember 2017.

    Mark mengatakan target defisit anggaran tersebut sangat ambisius meski perkembangan ekonomi Indonesia sedikit lebih pesat pada tahun depan dengan prediksi mencapai 5,3 persen. "Masih ada hambatan pada rencana anggaran yang baru diluncurkan," ujarnya.

    Simak: Sri Mulyani: Defisit Anggaran dan Utang Masih Aman

    Ia menuturkan hal tersebut menjadi salah satu risiko prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018. Lebih jauh, kata Mark, diperlukan peningkatan permintaan domestik yang lebih kuat untuk dapat mencapai angka pertumbuhan 6 persen.

    Selain adanya risiko perlambatan, ICAEW menyampaikan sisi positif lain dari perkembangan ekonomi Indonesia pada tahun mendatang. "Prospek cerah pada investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI)," ucapnya.

    Hal itu disampaikan mengingat peringkat kredit Indonesia yang dilakukan Moody's naik menjadi BBB- dari peringkat sebelumnya BB+ meski dengan penurunan outlook dari positif menjadi stabil. "Perkembangan ini seharusnya dapat memacu arus investasi," tuturnya.

    Sebelumnya, persentase angka investasi telah meningkat hingga 5,4 persen year-on-year (yoy) dari 4,8 persen pada kuartal pertama.

    Angka itu menunjukkan kebangkitan awal untuk angka di atas 5 persen dalam enam kuartal terakhir.

    Adanya beragam paket kebijakan ekonomi, termasuk program prioritas anggaran, yang diumumkan pemerintah pada tahun lalu, juga diharapkan dapat memulihkan kepercayaan investor kepada Indonesia dan mengangkat FDI lebih jauh mengingat sempat terjadi pelemahan pada 2015.

    JENNY WIRAHADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.