Amankan Libur Akhir Tahun, Pertamina Tambah Pasokan BBM 15 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto (dua dari kanan), dan Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra (tiga dari kanan) memaparkan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, 15 Desember 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto (dua dari kanan), dan Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra (tiga dari kanan) memaparkan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, 15 Desember 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) tak mau mengambil risiko dalam mengamankan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas saat liburan akhir tahun ini. Manager BBM PSO Pertamina Boy F. Lapian menyebutkan hampir semua pasokan bahan bakar ditambah agar stok aman. 

    Untuk mengamankan ketersediaan BBM pada hari raya Natal 2017 dan tahun baru 2018, Pertamina sudah menambah pasokan beberapa jenis BBM. Khusus untuk Premium, kata Boy, stok akan aman selama 24 hari.

    Baca: Pertamina dan Inalum Patungan Bangun Pabrik Bahan Baku Aluminium

    "Normalnya, dalam sehari-hari, Premium sebesar 31.971 kiloliter. Khusus Natal, pasokan Premium naik 2 persen menjadi 32.610 kiloliter," katanya di gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Jakarta Selatan, Senin, 18 Desember 2017.

    Sedangkan pasokan Pertalite ditambah 12 persen. "Pasokan normal 42.210 kiloliter, sekarang menjadi 47.430 kiloliter," ucap Boy. Dengan begitu, pasokan Pertalite bisa sampai 19 hari.

    Boy melanjutkan, untuk Pertamax, yang pasokan biasanya hanya 16 ribu kiloliter, kini menjadi 17.156 kiloliter atau naik 7 persen. Sedangkan untuk produk unggulan, Pertamax Turbo, ada kenaikan 15 persen menjadi 864 kiloliter. Kemudian untuk elpiji, dari kondisi normal 23.023 metrik ton menjadi 23.916 metrik ton.

    Meski sejumlah item diprediksi mengalami kenaikan, Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto memprediksi tingkat konsumsi Solar akan menurun. "Konsumsi Solar diprediksi turun sekitar 6 persen karena ada larangan untuk truk logistik beroperasi saat perayaan saat Natal dan tahun baru 2017 nanti,” tuturnya. Dengan demikian, Pertamina pun menurunkan stok dari kondisi normal 37.019 kiloliter menjadi 33.216 kiloliter.

    Adapun Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar sudah memetakan delapan lokasi yang diprediksi akan mengalami peningkatan konsumsi BBM dan elpiji paling tinggi. Delapan lokasi itu adalah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

    Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menyediakan 12 pos Pertamax, mobil tanki di lima titik, motor Pertamax keliling, dan stasiun pengisian bahan bakar umum kantong di 50 titik. "Jangan sampai ada BBM langka," kata Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.