Bank Indonesia: Cadangan Devisa Indonesia Meningkat 8,2 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) bersama Gubernur Bank Negara Malaysia Muhammad bin Ibrahim (kanan) dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob (kiri) saat peluncuran Local Currency Settlement (LCS) Framework  di Gedung Thamrin, Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017). LCS Framework untuk mendorong penggunaan mata uang rupiah, ringgit dan baht dalam transaksi perdagangan dan investasi antara ketiga negara. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) bersama Gubernur Bank Negara Malaysia Muhammad bin Ibrahim (kanan) dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob (kiri) saat peluncuran Local Currency Settlement (LCS) Framework di Gedung Thamrin, Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017). LCS Framework untuk mendorong penggunaan mata uang rupiah, ringgit dan baht dalam transaksi perdagangan dan investasi antara ketiga negara. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan cadangan devisa Indonesia hingga akhir November 2016 mencapai US$ 125,97 miliar. Angka ini meningkat sekitar 8,2 persen dari cadangan pada akhir 2016 sekitar US$ 116,36.

    "Cadangan devisa ini cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Kamis, 14 Desember 2017. Cadangan devisa ini, kata Dody, telah berada di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

    Baca: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,25 persen

    Sedangkan secara year-on-year (yoy), cadangan Indonesia pada akhir November lalu tumbuh sekitar 12,97 persen. Pada November 2016, BI mencatat cadangan devisa masih berada di angka US$ 111,5 miliar.

    Peningkatan cadangan devisa Indonesia ini merupakan salah indikator positif kinerja perekonomian Indonesia yang disimpulkan dalam Rapat Dewan Gubernur BI selama dua hari, yakni 13 sampai 14 Desember 2017. Pada hari ini, BI juga memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,25 persen, meski The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen ke kisaran 1,25-1,50 persen.

    Dody mengatakan peningkatan cadangan devisa Indonesia ini didorong oleh surplus pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tahun 2017. Surplus NPI ini ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang meningkat dibandingkan tahun 2016.

    Cadangan devisa Indonesia diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesian. Bank Indonesia, kata Dody, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 mendatang akan berada di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.