Perencana Keuangan Sarankan 10 Persen Gaji untuk Kesehatan Anak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas membersihkan  gigi anak perempuan Mallory Collins, saat berada di Remote Area Medical Clinic, Wise, 22 Juli 2017. Pemeriksaan kesehatan gratis ini yang berlangsung selama tiga hari menangani 2000 warga. REUTERS/Joshua Roberts

    Seorang petugas membersihkan gigi anak perempuan Mallory Collins, saat berada di Remote Area Medical Clinic, Wise, 22 Juli 2017. Pemeriksaan kesehatan gratis ini yang berlangsung selama tiga hari menangani 2000 warga. REUTERS/Joshua Roberts

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu yang harus dipersiapkan saat berumah tangga khususnya ketika berencana memiliki momongan adalah kondisi finansial yang kuat. Perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Endarto menyarankan agar orang tua sudah menabung sejumlah dana secara teratur agar dana kesehatan dan pendidikan anak dapat terjamin dengan baik.

    Eko mengatakan dana pendidikan dan kesehatan anak harus direncanakan dengan baik untuk menunjang kehidupan anak ke depan. Menurut dia, perencanaan dana itu dapat dilakukan dengan berinvestasi.

    Baca: Gaji Rp 3-5 Juta Ingin Beli Rumah? Ini Tip dari Perencana Keuangan

    Orang tua, menurut Eko, dapat mulai menyisihkan beberapa persen dari penghasilannya per bulan untuk investasi. Investasi tersebut ditujukan untuk dana kesehatan dan pendidikan anak. "Minimal 10 persen dari penghasilan dimasukkan ke investasi, itu untuk pendidikan anak," ujar Eko saat dihubungi Tempo, Kamis, 14 Desember 2017.

    Selain itu, kata Eko, untuk dana kesehatan anak dapat sendiri dapat dimasukkan dalam asuransi. Dia berujar asuransi tersebut juga diambil dari penghasilan per bulan orang tua. "Karena asuransi juga bagian dari penghasilan, itu sekitar 10 persen juga kita persiapkan," ucapnya.

    Eko berpendapat dalam menginvestasikan dana tersebut dapat dilakukan dengan investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk investasi jangka panjang dapat masuk ke saham atau investasi emas. "Memang risikonya tinggi, tetapi karena waktunya panjang ya masih oke."

    Untuk investasi jangka pendek, Eko menilai orang tua dapat menginvestasikan dana ke deposito. Selain itu, investasi juga dapat dilakukan dalam reksadana pendapatan tetap agar menjaga keuangan rumah tangga tetap baik. "Itu juga masih oke," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.