The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan, Dolar Bergerak Melemah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan uang dolar Amerika di `cash center` Bank Mandiri, Jakarta, 4 Januari 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    Petugas menunjukkan uang dolar Amerika di `cash center` Bank Mandiri, Jakarta, 4 Januari 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks dolar Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan di Asia, Kamis pagi, 14 Desember 2017, setelah The Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuannya tapi tidak mengubah prospek suku bunga untuk tahun berikutnya.

    Indeks dolar Amerika, yang mengukur kekuatan kurs dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang utama, melemah 0,06 persen atau 0,055 poin ke 93,374 pada pukul 09.41 WIB.

    Seperti yang telah banyak diprediksi, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen ke kisaran 1,25-1,50 persen pada pertemuan kebijakan yang berakhir Rabu, 13 Desember 2017, waktu setempat.

    Bank sentral Amerika tersebut juga memproyeksikan tiga kenaikan lebih lanjut pada 2018 dan 2019 sebelum tingkat jangka panjang sebesar 2,8 persen tercapai. Proyeksi ini tidak berubah dari proyeksi terakhir pada September.

    Baca: Suku Bunga The Fed Naik, BI Jamin Stabilitas Pasar Aman

    Selain itu, The Fed memperkirakan tingkat pengangguran akan turun menjadi 3,9 persen tahun depan dan tetap pada level yang sama di 2019. Namun inflasi diproyeksikan akan tetap pada target bank sentral sebesar 2 persen untuk tahun depan dengan risiko pelemahan, sehingga para pembuat kebijakan tidak melihat alasan untuk meningkatkan target laju kenaikan suku bunga.

    Menurut para pedagang dan analis, dolar berada di bawah tekanan pasca-pengumuman kebijakan moneter karena The Fed mempertahankan proyeksi tingkat suku bunga stabil alih-alih merevisinya lebih tinggi.

    “Beberapa pelaku pasar telah berspekulasi bahwa The Fed dapat menaikkan proyeksi suku bunga untuk tahun depan menjadi empat kenaikan suku bunga,” kata Stephen Innes, kepala perdagangan di Asia-Pasifik untuk Oanda di Singapura, seperti dikutip dari Reuters.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H