Jasa Marga Terbitkan Komodo Bonds Rp 4 Triliun di Bursa London

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penggunaan E-Toll Jasa Marga Baru 40 Persen

    Penggunaan E-Toll Jasa Marga Baru 40 Persen

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga menerbitkan obligasi senilai Rp 4 triliun di Bursa London (London Stock Exchange). Upaya itu untuk mendanai rencana pembangunan infrastruktur Indonesia melalui Komodo Bonds. Komodo Bonds merupakan obligasi global dalam denominasi rupiah.

    Penerbitan di Bursa London diharapkan mampu membuka jalan bagi Indonesia untuk mendukung pembiayaan perusahaan dan infrastruktur dari investor global. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno menyatakan investor bisa memperoleh banyak keuntungan dari peluang investasi infrastruktur Indonesia.

    "Komodo Bonds memungkinkan investor asing mengakses infrastruktur berkualitas tinggi untuk diversifikasi portofolio mereka," katanya dalam keterangan yang diterima Tempo, Rabu, 13 Desember 2017.

    Simak: Pembayaran Jalan Tol Nontunai Sulit, Ini Antisipasi Jasa Marga

    Selain itu, Rini mengungkapkan investor mendapatkan akses ke mata uang lokal. Hal itu memungkinkan investor mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi mata uang dolar Amerika Serikat.

    Rini melihat Komodo Bonds mampu menjadi pendekatan proaktif terhadap manajemen risiko dalam kaitannya dengan mata uang asing. "Dengan penerbitan obligasi rupiah global atau Obligasi Komodo, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk memilih alternatif pendanaan terbaik di tengah kebutuhan dana investasi yang sangat besar," ujarnya.

    Adapun Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengaku senang atas dukungan para investor global dalam Obligasi Komodo. Menurut dia, partisipasi itu merupakan langkah maju bagi para peminjam di Indonesia untuk mengakses jalur pembiayaan baru.

    "Dengan kredit yang kuat dan sifat pendapatan yang stabil, Jasa Marga dapat memperoleh minat investor awal menjelang pengumuman transaksi. Penerbitan ini memungkinkan Jasa Marga untuk lebih mendiversifikasi sumber pendanaannya," ucapnya.

    Di sisi lain, CEO London Stock Exchange Plc Nikhil Rathi menilai terbitnya Komodo Bonds di Bursa London menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di anggota G20. Nikhil menjamin pihaknya mendukung emiten Indonesia menarik modal global tanpa risiko pengaruh mata uang asing.

    "Emiten (Jasa Marga) memperoleh manfaat dari proses pencatatan yang efisien dan akses ke kumpulan modal terdepan. Kami berharap dapat membangun pasar ini dengan otoritas dan para mitra di Indonesia dan mendukung internasionalisasi pasar modal Indonesia," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.