Produk Jahit dan Sablon KUBE Sejahtera Tembus Malaysia-Singapura

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kerudung (hijab). ANTARA/Saiful Bahri

    Ilustrasi kerudung (hijab). ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Jakarta - Usaha jahit dan sablon yang dikembangkan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sejahtera Dusun Nambongan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menembus pasar Malaysia dan Singapura dengan sistem pemasaran online.

    "Kelompok KUBE Sejahtera memiliki usaha jahit serta sablonase yang dikelola 10 anggota, empat anggota pengembangan, dan 11 sub penjahit, kini mampu memproduksi 40 buah seprai per hari dan 300 hijab per minggu," kata Ketua KUBE Sejahtera, Ahmad Ngirfatul Wakhit, Rabu, 13 Desember 2017.

    Menurut dia, per bulan omzet yang didapat KUBE Sejahtera sudah mencapai Rp 8 juta hingga Rp 9 juta per bulannya. "Pemasaran hijab sudah menjangkau Singapura dan Malaysia, karena kami juga melakukan penjualan secara online," katanya.

    Baca: Pemuda Bandung Bikin Sepatu Kulit dari Ceker Ayam

    Ia mengatakan, KUBE sejahtera didirikan pada 2014 dengan anggota 10 orang keluarga tidak mampu dan memiliki modal awal Rp 1 juta, yang merupakan hasil iuran anggotanya. "Pada 2015, KUBE yang bergerak di bidang konveksi dengan produk seprai dan hijab ini mendapat bantuan program penumbuhan KUBE sebesar Rp 20 juta dari Dana Dekonsetrasi Dinas Sosial DIY," katanya.

    Wakhit mengatakan, pada 2016 KUBE Sejahtera menjadi KUBE berprestasi tingkat Kabupaten Sleman dan maju tingkat DIY pada 2017 meraih juara 1. "Kemudian diajukan ke tingkat nasional kami juga bisa meraih juara 1 lagi," katanya.

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Sri Murni Rahayu mengatakan dibentuknya KUBE adalah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial kelompok miskin dengan peningkatan pendapatan keluarga.

    "Terbentuknya KUBE mempunyai tujuan untuk mengembangkan dinamika kehidupan kelompok sosial, selain itu juga mengembangkan kreativitas, meningkatkan semangat kebersamaan dan kesetiakawanan sosial, serta melahirkan sikap kemandirian," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?