Gubernur Nilai Opini Media Soal Gunung Agung Turunkan Wisata Bali

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis mengawasi Gunung Agung yang meletus dan mengeluarkan abu vulkanik dari  Karangasem, Bali, 27 November 2017. AP/Firdia Lisnawati

    Turis mengawasi Gunung Agung yang meletus dan mengeluarkan abu vulkanik dari Karangasem, Bali, 27 November 2017. AP/Firdia Lisnawati

    TEMPO.CO, Denpasar - Gubernur Bali Made Mangku Pastika bertemu dengan para pemangku kepentingan di bidang pariwisata membahas kepariwisataan Bali selama fase erupsi Gunung Agung. Ia menilai ketakutan wisatawan datang ke Bali akibat opini media terhadap dampak letusan Gunung Agung.

    "Urusan takut itu perasaan, karena opini. Opini itu karena media," katanya di Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa, 12 Desember 2017. "Menurut saya, langkah pertama perang propaganda."

    Baca juga: Cina Stop Penerbangan ke Bali, Jumlah Kunjungan Turis Menurun

    Menurut dia, para pelaku pariwisata perlu menggunakan jasa ahli teknologi informasi. Pastika beranggapan pemberitaan dari media arus utama dan media sosial terkait dengan Gunung Agung cenderung menimbulkan kekhawatiran wisatawan mancanegara untuk datang ke Bali. "Tolong enggak usah menunggu instruksi, kerahkan orang-orang yang kreatif," ujarnya.

    Dengan bercanda, Pastika mengatakan berita yang dimunculkan media arus utama "menyeramkan". "Kalau enggak seram, enggak laku. Dari segi dia (media), harus seram. Dari segi kita (pariwisata), tidak boleh seram," tuturnya. "Mari bermedia masing-masing dengan kepentingan, nanti orang percaya yang mana."

    Namun Pastika mengingatkan pelaksanaan hal tersebut tidak bisa sepenuhnya bergantung pada peran pemerintah. Menurut Pastika, keahlian pemerintah terbatas untuk menyiapkan hal yang dia sebut perang propaganda itu.

    "Karena biasa berpikir normatif, otaknya sudah dipasung oleh peraturan-peraturan. Namanya norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK)," tuturnya.

    Ketua Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Provinsi Bali Putu Satyawira Marhaendra berpendapat agak berbeda saat rapat tersebut. "Mohon maaf Pak Gubernur. Kebetulan saya kerja di restoran. Saya melayani tamu (wisatawan)," ujarnya. Menurut Putu, informasi tentang kondisi di Bali lebih baik diungkapkan wisatawan.

    Ia menceritakan salah satu wisatawan mancanegara yang menyampaikan kesannya. Dua pekan lalu, kata dia, wisatawan yang ia layani merasa terkesan ketika berhasil memfoto pemandangan Gunung Agung dari pantai di Nusa Dua. "Dia bilang, ‘Ini, lho, yang kamu takutkan, begitu indahnya'," ucapnya menirukan turis itu. "Jadi, dari bantuan tamu-tamu yang sedang berlibur di Bali, mungkin bagi kami ini lebih efektif."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?