Investasi Timur Tengah Minim, Utusan Khusus Jokowi: Ada Bola Mati

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Raja Arab Saudi, Salman di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Maret 2017.  REUTERS/Beawiharta

    Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Raja Arab Saudi, Salman di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Maret 2017. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Surabaya - Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam, Alwi Shihab, mengatakan niat negara-negara Timur Tengah untuk berinvestasi di Indonesia sering terhambat oleh regulasi. Padahal, menurut Alwi, Presiden Joko Widodo sudah beberapa kali berkunjung ke negara-negara Timur Tengah untuk menarik minat investor.

    Dalam pembicaraan bilateral itu, kata Alwi, Jokowi yang didampingi tim ekonominya berusaha meyakinkan investor di sana untuk mau menanamkan modalnya di Indonesia. Kata sepakat pun sudah diambil.

    Baca juga: Raja Salman Lirik Investasi di Sektor Minyak dan Pariwisata  

    “Namun, dalam eksekusinya sering terhambat. Bola mati ada di kita,” kata Alwi saat membuka seminar bertema “Menggalakkan Ekspor Dalam Rangka Meningkatkan Investasi” di Hotel Bumi Surabaya, Selasa, 12 Desember 2017.

    Kondisi tersebut, ujar mantan Menteri Luar Negeri itu, membuat Jokowi sering geregetan. Sebab, regulasi yang ada justru menjerat langkah investor asing yang mau masuk. “Pak Jokowi minta ada deregulasi peraturan-peraturan yang menghambat investasi,” katanya.

    Alwi menuturkan, negara-negara Timur Tengah yang punya duit, seperti Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab tertarik berinvestasi di Indonesia. Umumnya, kata dia, mereka ingin menggarap sektor pariwisata.

    Alwi mencontohkan Qatar yang ingin masuk ke kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat. “Syaratnya, Bandara Lombok harus dibikin berkelas internasional,” ujar Alwi

    Contoh lain, kata dia, Arab Saudi berniat menggarap tourist resort di Padang. Padang dipilih Saudi daripada Bali dengan alasan bisa memangkas waktu perjalanan 3 jam dari Mekkah. Namun Saudi minta disediakan lahan sekitar 4 ribu hektare. “Kita masih kesulitan memenuhi itu,” katanya.

    Alwi mengatakan upaya menggaet investor Timur Tengah memang menjadi salah satu prioritas Presiden Jokowi saat ini. Karena, ujar Alwi, Jokowi ingin menjawab kritikan yang menganggap Indonesia lebih berpaling ke Cina, Jepang atau Korea Selatan dalam mencari investor.  “Pak Jokowi ingin mengatakan bahwa semua negara yang berpotensi berinvestasi di Indonesia akan didekati,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.