Panitia Harbolnas: Belum Ada Aduan Diskon Palsu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kesibukan dalam gudang penyimpanan barang toko online Lazada di Cimanggis, Depok, 12 Desember 2017. Saat masa Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 11 November dan 12 Desember ini, terjadi peningkatan jumlah paket yang diantar ke konsumen dari gudang Lazada di Jakarta sebesar lebih dari 2 kali lipat dibandingkan pada hari yang sama tahun lalu. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana kesibukan dalam gudang penyimpanan barang toko online Lazada di Cimanggis, Depok, 12 Desember 2017. Saat masa Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 11 November dan 12 Desember ini, terjadi peningkatan jumlah paket yang diantar ke konsumen dari gudang Lazada di Jakarta sebesar lebih dari 2 kali lipat dibandingkan pada hari yang sama tahun lalu. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua panitia Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12, Ahmad Alkatiri, optimistis target transaksi Rp 4,6 triliun tercapai. "Melihat pergerakan sampai saat ini, insya Allah tercapai," ujarnya di kantor Lazada, Jakarta, 12 Desember 2017.

    Ahmad menyebutkan target transaksi tersebut hanya untuk puncak Harbolnas hari ini. Transaksi pada Harbolnas tahun ini ditargetkan naik 50 persen dari tahun lalu, yakni Rp 4,6 triliun.

    Simak: Harbolnas 2017, Kenaikan Transaksi di Gramedia.com 40.000 Persen

    Terkait dengan angka transaksi terakhir, kata Ahmad, belum terdata karena data disortir dari regional dulu, baru kemudian sampai ke panitia. "Kalau dilihat trafik online shop yang super gila, ya, tercapailah," katanya.

    Ahmad menyebutkan, hingga siang tadi, belum ada komplain terkait dengan Harbolnas dari Yayasan Lindungan Konsumen Indonesia. Dia mengatakan hal itu menjadi perhatian untuk Harbolnas 12.12. "Biasanya komplain sistem down, diskon palsu, statement negatif, atau setelah transaksi, tapi sekarang aman," ucapnya.

    Ahmad berujar sempat ada diskon palsu di media sosial terkait dengan Harbolnas. Setelah dicek, kata dia, ternyata produk barangnya tidak ada. "Mudah-mudahan amanlah sampai selesai," tuturnya. 

    SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).