Darmin: 171 Pilkada 2018, Sumbang Pertumbuhan Ekonomi 0,3 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemilihan kepala daerah serentak pada 2018 dapat menjadi berkah bagi pertumbuhan ekonomi. Darmin mengatakan dirinya tak melihat tahun politik bakal sangat berdampak terhadap iklim ekonomi.

    “171 pilkada tahun depan saya melihatnya menjadi berkah secara ekonomi,” kata Darmin dalam acara Sarasehan 100 Ekonom bertema “Ekonomi di Tahun Politik” di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat pada Selasa, 12 Desember 2017.

    Simak: Menteri Darmin: Secara Historis Pilkada Positif Bagi Ekonomi

    Darmin beranggapan, politik di Indonesia tidak akan terlampau panas sebab tidak ada pertarungan yang sifatnya ideologis dan ajeg di tiap daerah. Dia mencontohkan, koalisi di sebuah daerah dapat menjadi lawan di daerah lain, begitupun sebaliknya. Darmin menyebut, koalisi yang cair itu membuat tidak ada sekutu strategis yang dapat membahayakan keamanan dalam kontestasi pilkada mendatang.

    “Saya bukan ahli politik, tapi saya tidak melihat dasar (untuk) panas di satu daerah bisa saja, tapi tidak di tempat lain karena sudah lain lagi (koalisi dan lawannya),” ujar Darmin.

    Darmin mengatakan, tahun politik justru akan berkontribusi terhadap perekonomian, terutama mendorong terjadinya konsumsi. Mantan Gubernur Bank Indonesia ini memperkirakan, pilkada bakal menyumbang sebesar 0,2 hingga 0,3 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. 

    “Pertumbuhan kita di 5,1 persen dan kita bisa perbaiki di 5,2 persen, ditambah itu tadi, akan bergerak di 5,4 persen dan 5,5 persen. Oleh karena itu kalau ekonominya kita optimis,” kata Darmin.

    Darmin menyampaikan, perekonomian Indonesia tumbuh dengan kontribusi dari investasi dan ekspor. Dia menilai hal tersebut menunjukkan pertumbuhan kendati tidak terlalu tinggi.

    “Investasi kita growth 7 persen dari tadinya 5 persen, kemudian ekspor kita walaupun susah mengulang, year on year 17 persen, tetapi arahnya belum berhenti, perbaikan tetap ada,” ujar Darmin.

    Sebelumnya, sejumlah pihak memprediksi ekonomi akan sedikit lesu di tahun politik. Direktur Institute for Development of Economics and Finance Enny Sri Hartati mengatakan pelaku usaha akan melakukan aksi wait and see sebelum berinvestasi.

    Enny berujar, di tahun politik nanti pemangku kebijakan perlu lebih berhati-hati dalam membuat keputusan agar tak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. “Pemerintah sebagai policy maker harus steril dari intervensi atau godaan kepentingan politik,” ujar Enny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.