Menperin Sebut 6 Sektor Pendongkrak Pertumbuhan Industri 2018

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan enam sektor industri nasional untuk mendongkrak pertumbuhan industri pada 2018.

    “Sektor industri tersebut, yakni industri logam dasar, makanan dan minuman, alat angkut, mesin dan perlengkapan, kimia dan farmasi, serta elektronika,” katanya pada Seminar Outlook Industry 2018 di Jakarta, Senin, 11 Desember 2017.

    Airlangga menyampaikan, keenam sektor industri itu menjadi andalan karena mengalami pertumbuhan yang signifikan tahun ini.

    Menurutnya, industri logam dasar tumbuh 10,6 persen, industri alat angkut tumbuh 5,6 persen, industri makanan dan minuman tumbuh 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan tumbuh 6,35 persen, industri kimia dan farmasi tumbuh 8 persen.

    Baca: Pertumbuhan Industri Meroket, Menperin: Ada Optimisme

    Angka tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa basis utama industri bergerak dan tumbuh, serta terdapat kepercayaan baik dari sisi pelaku industri maupun pasar dalam negeri terhadap pemerintah.

    Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan bahwa kontribusi pertumbuhan industri tahun ini mendekati 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Pertumbuhan industri sepanjang 2017 mengalami fluktuasi, di mana pada kuartal I pertumbuhan industri mencapai 4,3 persen, atau di bawah pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 5,01 persen.

    Kemudian, pada kuartal II pertumbuhan industri 3,89 persen atau di bawah pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,01 persen dan kuartal III pertumbuhan industri 5,49 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kuartal III sebesar 5,06 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.