Aptrindo Minta Pembatasan Operasional Truk Tidak Dilakukan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah truk pengangkut kayu Akasia masih melintas di areal HTI PT RAPP di Pelalawan, Riau, Jumat,20 Oktober 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis Pae Dale

    Sejumlah truk pengangkut kayu Akasia masih melintas di areal HTI PT RAPP di Pelalawan, Riau, Jumat,20 Oktober 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis Pae Dale

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) tetap meminta pemerintah tidak melakukan pembatasan operasional truk di ruas jalan tol dan nasional tertentu pada liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, meskipun pemerintah telah memperpendek masa pembatasan dari 5 hari menjadi 4 hari.

    Ketua Umum DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan, mengatakan pengusaha, baik pemilik truk maupun barang, sedang menggenjot usaha untuk mengejar target akhir tahun. Menurutnya, tidak ada urgensi bagi pemerintah untuk membatasi operasional truk di jalan tol dan nasional tertentu pada masa liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

    “Tidak ada urgensinya ditutup, sementara perusahaan, baik truk maupun pabrik, mengejar target akhir tahun. Kalau bisa malam diperpanjang, diperpanjang oleh mereka,” ungkap Tarigan.

    Baca: Libur Akhir Tahun, Waktu Pembatasan Operasional Truk 4 Hari

    Dia menjelaskan karakteristik masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru berbeda dengan Idul Fitri. Pada masa Natal dan Tahun Baru, lanjutnya, masyarakat lebih banyak melakukan perjalanan untuk liburan.

    Oleh karena itu, dia mengungkapkan tidak seharusnya pemerintah mengorbankan angkutan logistik yang berpengaruh terhadap perekonomian. Terlebih, lanjutnya, pemerintah sementara ini belum memberi pengecualian terhadap truk pengangkut barang-barang ekspor dan impor.

    Tarigan mengutarakan truk kontainer pengangkut barang-barang ekspor-impor tidak bisa melewati jalan non tol mengingat kelas jalan yang ada tidak memungkinkan truk kontainer melewatinya. “Kalau memang diizinkan lewat Monas (Monumen Nasional), kami akan lewat.”

    Baca: Organda Usulkan Operasional Truk Gunakan Sistem Buka-Tutup

    Tidak hanya itu, dia melanjutkan tidak ada pengecualian terhadap truk-truk pengangkut barang ekspor dan impor juga tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan pengusaha batal melakukan ekspor.

    Tarigan menambahkan waktu yang dimiliki oleh pengusaha untuk melakukan ekspor sekitar 120 jam. Oleh karena itu, waktu yang dimiliki pemilik barang dapat berkurang jika diberlakukan pembatasan operasional truk, terutama yang mengangkut barang ekspor-impor, di jalan tol.

    “Perlu diingat, banyak bahan baku impor yang diperlu untuk kegiatan ekspor. Kalau tidak ada bahan baku, tak ada ekspor,” kata Tarigan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.