Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Kembali Tertekan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang melintas di depan papan Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Pialang melintas di depan papan Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali tertekan hari ini pasca melemah dalam penutupan perdagangan kemarin. 

    RelianceSecurities memprediksi IHSG akan bergerak mixed tertekan dalam perdagangan hari ini.

    Analis Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG kembali terkonsolidasi seakan pulled back pada level MA20 sehingga seakan range pergerakan jangka pendek berada di level MA50 dan MA20.

    Simak: IHSG Cetak Rekor Level Penutupan Tertinggi Baru

    Indikator Stochastic terkonsolidasi dengan momentum yang kembali tertekan pada indikator RSI.

    "Sehingga diperkirakan IHSG cenderung menguji MA50 dengan potensi bergerak mixed tertekan pada range pergerakan 5985-6030," tulisnya dalam riset, dikutip bisnis.com, Jumat 8 Desember 2017.

    Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, ASRI, BSDE, CPIN, INCO, INDF, JPFA, PGAS, WIKA, AISA.

    Binaartha Securities memproyeksikan IHSG akan kembali ke level 5.900-an pasca ditutup melemah kemarin.

    Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG ditutup melemah 0,48% di level 6006.835 pada 7 Desember 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5996.015 dan 5985.195.

    Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6028.475 dan 6050.115. Berdasarkan indikator daily, MACD terlihat membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih berada di area netral.

    Saat ini, terlihat pola bearish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat pada pergerakan indeks saham.

    "Dengan demikian, IHSG akan berpotensi menuju ke area support pada level 5996 dan 5985," tulisnya dalam riset

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.