Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Dolar Terkoreksi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terpantau terkoreksi pada perdagangan siang ini, Kamis, 7 Desember 2017. Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,09 persen atau 0,081 poin ke 93,529 pada pukul 11.06 WIB. 

    Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu, 6 Desember 2017, waktu setempat, Trump mengumumkan bahwa inilah saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan bahwa AS akan memulai proses pemindahan kedutaan besarnya ke kota tersebut.

    Langkah Trump tersebut dinilai membahayakan upaya perdamaian di Timur Tengah sekaligus mengecewakan banyak pihak, termasuk sekutu Washington.

    Baca: Trump Umumkan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

    Beberapa saat setelah Trump selesai berpidato, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Trump dengan mengungkapkan rasa terima kasih yang amat besar di hari yang dinilai bersejarah tersebut.

    Di sisi lain, langkah Trump serta merta ditentang para politisi di Timur Tengah dan Eropa, utamanya sejumlah pejabat Palestina. Pengakuan tersebut dikhawatirkan dapat memicu kekerasan baru sekaligus mengubur harapan penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina.

    Namun, pelemahan dolar dibatasi optimisme terhadap perkembangan proses perundang-undangan pajak AS oleh para pembuat kebijakan.

    Baca: Trump Sebut Yerusalem Ibukota Israel, Dunia Bereaksi Keras

    Kubu Republik di Senat AS sepakat untuk berdiskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS terkait hal ini di tengah tanda-tanda bahwa perbedaan pendapat di antara kedua belah pihak dapat dijembatani.

    “Dampak aksi menjauhi aset berisiko yang melemahkan dolar akibat perkembangan di Timur Tengah terlihat terbatas,” ujar Yukio Ishizuki, senior currency strategist di Daiwa Securities.

    “Kita masih melihat sejumlah pelaku pasar menjual dolar mereka, tapi dolar diposisikan untuk menyerap tekanan penjualan, banyak juga yang siap melakukan pembelian dari penurunan,” katanya lagi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.