BI: Biaya Transaksi Antar Bank Bakal Turun

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin ATM. TEMPO/Dasril Roszandi

    Mesin ATM. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Biaya transaksi antar bank di mesin ATM diyakini akan turun dalam waktu dekat. “Besaran penurunannya kurang lebih sama seperti penurunan biaya transaksi di ATM Link bank-bank BUMN,” ujar Kepala Pusat Program Transformasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko, Selasa, 5 Desember 2017.

    BI, kata Onny, telah mengatur tarif merchant discount rate untuk transaksi kartu debit di mesin electronic data capture (EDC). Para pelaku industri perbankan diharapkan secara otomatis menyesuaikan tarif ketika telah merasakan efisiensi sebagai dampak pemberlakuan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

    Baca: Biaya Transfer Antar Bank Akan Diturunkan Jadi Rp 1.500 

    Pengaturan mengenai tarif transaksi antar bank, menurut Onny, akan dilakukan apabila dalam jangka waktu tertentu penurunan tarif yang diharapkan belum terwujud, sehingga BI merasa perlu turun tangan. “Untuk saat ini belum akan diatur, tapi nanti dilihat jika memang diperlukan agar tarif benar-benar turun,” katanya.

    Meski begitu, menurut Onny, biaya transaksi antar bank akan menurun sebagai dampak langsung efisiensi bank karena melakukan cost sharing infrastruktur saluran pembayaran.

    Sebagai perbandingan, biaya transaksi antar bank pelat merah di ATM Link untuk transfer adalah Rp 4.000 per transaksi. Nilai tersebut turun sebesar Rp 1.500 dari Rp 6.500 per transaksi. Sementara itu, tarik tunai dan cek saldo tidak dikenakan biaya alias gratis.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).