Rabu, 19 September 2018

Forbes: Total Harta 50 Orang Terkaya RI Tembus Rp 1.700 Triliun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Forbes kembali menempatkan R. Budi dan Michael Hartono di urutan pertama daftar orang Indonesia paling kaya. Nilai kekayaan Budi dan Michael adalah US$ 15 miliar (setara dengan Rp 175 triliun). Forbes.com

    Forbes kembali menempatkan R. Budi dan Michael Hartono di urutan pertama daftar orang Indonesia paling kaya. Nilai kekayaan Budi dan Michael adalah US$ 15 miliar (setara dengan Rp 175 triliun). Forbes.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Majalah Forbes kembali melansir daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Menurut Forbes, total harta kekayaan para taipan ini mencapai US$ 126 miliar atau setara Rp 1.700 triliun.

    "Untuk pertama kalinya, total harta kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia lebih dari US$ 100 miliar," ujar Chief Editorial Advisor Forbes Indonesia Justin Doebele seperti dikutip dalam laman Forbes.

    Harta sejumlah orang terkaya Indonesia melesat melampaui tahun lalu. Total kekayaan Budi dan Michael Hartono, misalnya, kini mencapai US$ 32,3 miliar atau setara Rp 436 triliun. Angka ini melonjak dibanding tahun lalu, US$ 17,1 miliar.

    Menurut Forbes, total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia bila dijumlahkan semua mencapai US$ 126 miliar atau setara Rp 1.701 triliun. Sedangkan, pada 2016, total kekayaan adalah US$ 99 miliar.

    Melesatnya kekayaan para taipan ini, menurut Forbes, disebabkan, antara lain kenaikan harga saham dan program tax amnesty. Program ini membuat orang-orang kaya mendeklarasikan hartanya yang dulu tersembunyi.

    Forbes juga merilis nama Arini Subianto yang berada di peringkat ke-37 dalam daftar orang terkaya. Arini mewarisi kekayaan ayahnya, Benny Subianto, yang meninggal pada Januari lalu.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.