Intip Rekomendasi Saham-saham Andalan di Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan sektor perbankan dan konsumsi akan menjadi penggerak pasar saham hingga tutup tahun ini. Reza mengatakan, prediksi ini mengingat aksi mempercantik portofolio (window dressing) yang akan marak dilakukan pada akhir tahun.

    “Mestinya saham-saham yang berkapitalisasi besar yang akan mendominasi pergerakan di pasar, dan kebanyakan dominasi market itu dikuasai oleh saham-saham perbankan, kemudian consumer,” kata Reza kepada Tempo pada Selasa, 5 Desember 2017.

    Simak: Pernyataan Menteri Darmin Picu Penguatan IHSG

    Pada hari ini misalnya, menurut Reza, sektor perbankan mendominasi pergerakan pasar saham. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup menguat sebesar 2,74 persen, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menguat masing-masing sebesar 1,52 persen dan 0,34 persen.

    Sedangkan sektor yang perlu waspada dalam melakukan aksi window dressing, menurut Reza, yakni sektor komoditas. Reza berpendapat sektor ini masih bergejolak dan belum dapat dipastikan proyeksi permintaan hingga akhir tahun ini.

    “Sektor komoditas masih volatile, apakah hingga akhir tahun permintaan akan barang-barang komoditas baik atau enggak,” ujarnya.

    Sektor lain yang cenderung menurun yakni retail. Reza mengatakan, penutupan sejumlah gerai retail yang terjadi belakangan ini turut berkontribusi terhadap sentimen negatif hingga pasar melakukan aksi jual. Padahal, menurut dia, penutupan gerai ritel bisa saja bertujuan untuk efisiensi atau strategi bisnis yang lain.

    “Penutupan gerai bisa saja untuk efisiensi atau merelokasi ke wilayah yang mungkin akan lebih menghasilkan, tapi kan pasar melihatnya gerai tutup berarti tidak laku. Itu yang mungkin dimanfaatkan pasar untuk melakukan aksi jual,” ujarnya.

    Reza mengingatkan kondisi global juga harus menjadi faktor yang diwaspadai. Situasi di Amerika terkait dengan pengesahan program reformasi perpajakan, pasar saham Asia yang cenderung mengalami pelemahan, atau situasi-situasi lainnya yang sulit diprediksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.