Toys R Us Tutup 25 Gerai di Inggris, Bagaimana di Indonesia?

Reporter

Suasana pameran Indonesia International Toys and Kids Expo di JiExpo Kemayoran Jakarta, 23 Agustus 2017. Pameran berskala internasional tersebut diadakan selama tiga hari dengan diikuti oleh 200 perusahaan dari Tiongkok. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyatakan industri mainan memiliki prospek yang menjanjikan meski bisnis ritel sedang lesu. "Ekspor komoditas mainan sampai dengan September 2017 mencapai US$ 228,39 juta (atau sekitar Rp 3 triliun dengan kurs Rp 13.526 per dolar AS) ,” katanya dalam siaran pers, Senin, 4 Desember 2017.

Hal itu disampaikan menanggapi lesunya bisnis ritel mainan global seperti Toys R Us yang menutup 25 gerainya di Inggris. "Toys R Us (tutup gerai) di Inggris, bukan di Indonesia," kata Airlangga.

Airlangga berujar, saat ini toko ritel mainan di Indonesia masih ramai. Selain itu, ia mengatakan beberapa faktor lain yang membuatnya yakin akan perkembangan industri mainan di Indonesia karena mampu menyerap banyak tenaga kerja dan merangkul banyak Industri Kecil dan Menengah (IKM). "Seperti PT Mattel Indonesia yang mempekerjakan 10 ribu tenaga kerja."

Lebih lanjut, ia mengatakan, berdasarkan banyaknya suplai, industri ini mampu mendorong industri lain, seperti tekstil dan pengemasan. ”Total tenaga kerja yang terkait sektor industri ini bisa mencapai 100 ribu tenaga kerja,” ujar dia.

Rencana penutupan perusahaan peritel mainan asal Amerika Serikat, Toys R Us merupakan bagian dari kesepakatan untuk menegosiasikan kembali hutang yang harus dibayarnya kepada tuan tanah. Kesepakatan itu juga harus disepakati oleh 75 persen krediturnya.

Berdasarkan laman BBC, Toys R Us telah bersiap untuk menutup seperempat jumlah gerainya yang tersebar di Inggris. Jaringan toko ritel Amerika Serikat ini tepatnya akan menutup 25 dari 106 gerainya yang ada.

Sebelumnya, analis ritel Insight With Passion, Kate Hardcastle, mengatakan bahwa Toys R Us terkena dampak meningkatnya e-commerce sehingga menyebabkan bisnis ritel lesu. Sebab, kata dia, saat ini pelanggan lebih nyaman membeli mainan dan elektronik secara online.

Hardcastle berujar tantangan yang dihadapi Toys R Us adalah masalah umum pengecer. Dia berujar setiap perusahaan akan mengurangi ukuran toko mereka terkait hal ini. "Dalam 24 bulan ke depan akan lebih banyak berita semacam ini," ujar Hardcastle.

Menurut Hardcastle, Toys R Us terjebak di antara rentang harga yang jauh dengan harga dari ritel online yang lebih rendah. Selain itu, kata dia, perusahaan ini juga melakukan promosi antara lain teatrikal dan hiburan yang juga ditawarkan toko mainan lain seperti Hamleys, Lego, dan Disney. "Toys R Us tidak cocok dengan salah satu pemasaran seperti ini," ucapnya.

JENNY WIRAHADI | DEWI RINA






5 Mainan Anak yang Dapat Melatih Motorik Halus dan Emosi

14 hari lalu

5 Mainan Anak yang Dapat Melatih Motorik Halus dan Emosi

Penting bagi orang tua melatih motorik dan emosi anak dengan memilihkan mainan anak yang juga dapat melatih perkembangannya.


Saran buat Orang Tua dalam Memilih Mainan Anak

16 hari lalu

Saran buat Orang Tua dalam Memilih Mainan Anak

Dokter mengingatkan orang tua tak asal melarang atau membolehkan anak bermain tetapi memperhatikan sejumlah aspek seperti keamanan mainan dan edukasi.


Libur Tahun Baru, Pedagang Latto-Latto di Ragunan Raup Untung

30 hari lalu

Libur Tahun Baru, Pedagang Latto-Latto di Ragunan Raup Untung

Harga sebuah mainan latto-latto dikenakan Rp25 ribu, tapi masih bisa ditawar hingga Rp20 ribu.


Pernah Jadi Alat Propaganda Politik di Mesir, Inilah 4 Fakta Menarik Mainan Anak Latto-latto

43 hari lalu

Pernah Jadi Alat Propaganda Politik di Mesir, Inilah 4 Fakta Menarik Mainan Anak Latto-latto

Di balik keseruan memainkan Latto-latto, ternyata ada fakta menarik tentang mainan anak yang lagi ngetren ini. Mulai dari asal-usulnya yang sudah ada sejak 1960-an hingga sempat dilarang karena berbau isu politik di Mesir.


29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

29 November 2022

29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

Bank Indonesia (BI) mengumumkan ada jumlah peserta BI Fast kini bertambah sebanyak 29 bank.


Emily Ratajkowski dan Julia Fox Cerita tentang Membesarkan Anak sebagai Ibu Tunggal

9 November 2022

Emily Ratajkowski dan Julia Fox Cerita tentang Membesarkan Anak sebagai Ibu Tunggal

Emily Ratajkowski cerita mengapa dia lebih suka menjadi ibu tunggal daripada memiliki pasangan.


Permainan Anak-anak Pop It: Begini Cara Main dan Manfaatnya Buat Anak

6 Oktober 2022

Permainan Anak-anak Pop It: Begini Cara Main dan Manfaatnya Buat Anak

Biasanya mainan pop it akan dimainkan bersama dengan kelereng yang membuat permainan anak-anak ini terasa jauh lebih menyenangkan.


KPAI Sebut Sindikat Judi Online Sasar Anak-anak Lewat Mainan

28 September 2022

KPAI Sebut Sindikat Judi Online Sasar Anak-anak Lewat Mainan

KPAI menemukan indikasi para sindikat judi online kini menyasar anak-anak lewat mainan, setelah Kapolri mulai mengetatkan penuh terhadap judi online


Yang Perlu Diperhatikan bila Ingin Buka Toko Mainan

24 Agustus 2022

Yang Perlu Diperhatikan bila Ingin Buka Toko Mainan

Membuka toko mainan anak bisa dijadikan salah satu pilihan usaha yang menggiurkan. Berikut tips yang bisa diterapkan agar bisnis lancar.


Manfaat Mainan Anak Pop It untuk Bocah dan Cara Bermainnya

7 Agustus 2022

Manfaat Mainan Anak Pop It untuk Bocah dan Cara Bermainnya

Pop it yang merupakan salah satu mainan anak viral di sosial media ternyata memiliki banyak manfaat untuk anak-anak. Apa saja?