Pemerintah Tangkap Kapal Asing dengan Lima Bendera Negara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kapal nelayan asing dibakar oleh agen di Tok Bali, Kelantan, Malaysia, 30 Agustus 2017. AP

    Sebuah kapal nelayan asing dibakar oleh agen di Tok Bali, Kelantan, Malaysia, 30 Agustus 2017. AP

    TEMPO.CO, JAKARTA - Kapal Pengawas (KP) Macan Hiu 03 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap kapal ikan asing (KIA) atau kapal asing dengan nama lambung Fu Yuan Yu 831 di kawasan perairan Nusa Tenggara Timur pada Rabu pekan lalu. Kapal yang dinahkodai oleh seorang bernama Wong Zhi Yi tersebut diduga telah melakukan praktik penangkapan ikan ilegal di kawasan perairan Indonesia.

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, saat ditangkap, kapal tersebut berbendera Timor Leste. "Tetapi pada saat penyidikan lebih dalam, ternyata di dalam kapal tersebut ada 5 bendera lain," ujar Susi dalam konferensi pers di rumah dinasnya di Jakarta, Senin, 3 Desember 2017.

    Simak: Ini Cara Menteri Susi Berantas Kapal Asing

    Adapun, kata Susi, ke lima bendera tersebut terdiri dari bendera Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Tiongkok. Hal tersebut, kata Susi, tidak dibenarkan dalam aturan internasional. "Double flagging atau multiple flag itu tidak benar menurut aturan," kata Susi.

    Kapal milik Fred Ho/Best Sea Foods (ET) Lda dan Fuzhou Hongdong Pelogic Fishery Co. Ltd tersebut ditangkap dengan barang bukti 35 ton ikan tangkapan, termasuk ratusan ikan hiu macan yang dilindungi. Menurut data dari pusat pengendalian (Pusdal) KKP dari Satgas 115, kapal Fu Yuan Yu 831 diduga telah melakukan penangkapan ikan ilegal di kawasan perairan NTT sejak Agustus 2017.

    Susi mengatakan, Kapal Fu Yuan Yu 831 memuat 21 ABK dari berbagai asal negara yang berbeda. "6 orang warga Indonesia, 3 orang warga Vietnam, 3 orang warga Myanmar, dan 6 orang warga negara Tiongkok," kata Susi. Adapun, kata Susi, KKP tengah menyelidiki dugaan kasus kejahatan kemanusiaan yang terjadi di kapal tersebut pada ke enam awak asal Indonesia. "Ada dugaan kesitu (kejahatan kemanusiaan), tapi masih kita selidiki," ujar dia.

    Adapun, kata Susi, kini kapal Fu Yuan Yu 831 tengah menjalani proses penyelidikan di Pangkalan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Pelabuhan Kupang, NTT. Apabila terbukti melakukan penangkapan ikan ilegal, kapal asing tersebut diancam oleh UU Perikanan Pasal 92 dan Pasal 93 ayat (2).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.