2017, Industri Mainan Serap Investasi Rp 135 Miliar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembuatan boneka di industri rumahan Hayati Toys di Bekasi, 2 November 2015. Akibat sempat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sejak dua bulan terakhir, produksi boneka mainan di pabrik ini turun hingga 50%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan pembuatan boneka di industri rumahan Hayati Toys di Bekasi, 2 November 2015. Akibat sempat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sejak dua bulan terakhir, produksi boneka mainan di pabrik ini turun hingga 50%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan industri mainan di Indonesia telah menghasilkan investasi sebesar US$ 10 juta (atau sekitar Rp 135 miliar dengan kurs Rp 13.526 per dolar AS). “Yang utama dari investasi di Indonesia adalah terciptanya lapangan pekerjaan,” kata Airlangga di di kawasan pabrik PT Mattel Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, 4 desember 2017.

    Simak: Nilai Ekspor Mainan Anak Mattel Capai Rp 2 Triliun per Minggu

    Airlangga menuturkan, iklim investasi itu meningkatkan kepercayaan diri para investor untuk memberi suntikan dana pada industri mainan yang ada di Indonesia. Ia mencontohkan keberhasilan PT Mattel Indonesia yang mampu menghasilkan 60 persen jumlah produksi global di Indonesia.

    PT Mattel Indonesia juga merupakan pusat produksi boneka Barbie terbesar dibanding negara Cina, Malaysia, Thailand dan Meksiko. “Pusat produksi Barbie telah menghasilkan lebih dari 500 juta boneka untuk ekspor sejak tahun 2008,” ujar Presiden Direktur PT Mattel Indonesia, Roy Tendean.

    Melihat pertumbuhan industri mainan di Indonesia, Airlangga menargetkan investasi yang dihasilkan pada tahun ekonomi digital 2020 akan menembus US$ 130 juta (sekitar Rp 1,7 triliun dengan kurs Rp 13.526 per dolar AS). “Sekarang ini masih menyentuh US$ 11-12 juta,” kata Airlangga.

    Meski menghasilkan investasi bernilai Rp 135 miliar, Airlangga mengatakan perolehan tersebut tak dapat dibandingkan dengan industri lain, seperti petrokimia atau baja. "Apalagi industri ini berorientasi eksport," ujarnya.

    JENNY WIRAHADI | ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.