Nilai Ekspor Mainan Anak Mattel Capai Rp 2 Triliun per Minggu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) dan Executive Vice President and Chief Supply Chain Officer Mattel Inc. Peter Gibbons usai penandatanganan komitmen pengembangan industri jangka panjang mainan di Indoensia di kawasan pabrik PT Mattel Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, 4 desember 2017. Tempo/Jenny Wirahadi

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) dan Executive Vice President and Chief Supply Chain Officer Mattel Inc. Peter Gibbons usai penandatanganan komitmen pengembangan industri jangka panjang mainan di Indoensia di kawasan pabrik PT Mattel Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, 4 desember 2017. Tempo/Jenny Wirahadi

    TEMPO.CO, Cikarang - PT Mattel Indonesia memproduksi 2 juta mainan anak jenis boneka per minggu dengan nilai ekspor kurang lebih US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun dengan kurs Rp 13.526 per dolar AS. Hasil produksi dari perusahaan di Indonesia yang hari ini merayakan ulang tahun ke-25 itu mencakup sekitar 60 persen produksi secara global.

    PT Mattel Indonesia merupakan anak perusahaan Mattel Inc yang berpusat di Los Angeles, Amerika Serikat. Perusahaan ini memproduksi boneka Barbie, Hot Wheels, Thomas &  Friends, dan lainnya.

    Baca: Ekspor Industri Mainan Capai US$ 456 Juta

    Vice President dan General Manager PT Mattel Indonesia, Roy Tendean, mengatakan, terus tumbuhnya kapasitas produksi industri mainan anak ini tak lepas dari program Link and Match di provinsi Jawa Barat yang digagas oleh Kementerian Perindustrian. "Ikut berkontribusi bagi pembangunan manusia dengan menjadi jembatan untuk 3 komponen utama, yaitu pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah," ujarnya, Senin, 4 Desember 2017.

    Dalam program kerja sama Link and Match dengan Mattel Indonesia, lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan berhubungan langsung dengan PT Mattel Indonesia, yaitu SMK Negeri 1 Cikarang Pusat, SMK 1 Cikarang Barat, SMK 1Cikarang Selatan, SMK Kerawang, dan SMK Mitra Industri Cibitung. "Untuk memastikan para murid dan guru mendapat keberimbangan antara teori akademis dan pengalaman kerja di pusat industri," kata Roy.

    Lebih lanjut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan program pelatihan vokasi Link and Match menjadi agenda pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan keahlian 1 juta pemuda Indonesia pada tahun 2019 melalui kerja sama antara pemerintah dan swasta. "Sejalan dengan pengembangan industri 4.0, hal ini menjadi upaya pemerintah membentuk tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan industri," kata Airlangga.

    Komitmen kerja sama Mattel Indonesia dalam program ini ditandai dengan penyerahan lencana partisipasi kepada 5 kepala sekolah mitra dan penandatanganan komitmen Mattel untuk jangka panjang oleh Petter Gibbons, Chief Supply Chain Officer dan Executive Vice President Mattel Inc.

    JENNY WIRAHADI | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.