Ada Travel Warning ke Bali, Kemenpar Datangi Konjen Cina

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 19_ekbis_wisatawancina

    19_ekbis_wisatawancina

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Kementerian Pariwisata mendatangi Konsulat Jenderal Cina di Bali untuk meminta penjelasan terkait dengan kabar dikeluarkannya travel warning pada 27 November 2017-4 Januari 2018.

    Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana mengungkapkan, setelah mendatangi Konjen Cina, diperoleh informasi bahwa tidak ada larangan bagi wisman Cina ke Bali.

    Baca juga: Gunung Agung Meletus, Cina Kerahkan 13 Pesawat Angkut Warganya

    “Tadi penjelasan dari Konjennya, tidak ada larangan ke sini, yang ada mereka menyarankan menghindari Bali terlebih dulu sampai ada penurunan status Gunung Agung,” tutur Pitana saat dihubungi, Senin, 4 Desember 2017.

    Pitana menyebut pihaknya sengaja mendatangi Konjen Cina karena awalnya travel warning yang dikeluarkan Cina dirasa paling keras dibandingkan dengan negara lain. Namun, setelah mendapatkan penjelasan, pemerintah Indonesia bisa memahami kebijakan Cina untuk melindungi warganya.

    Pitana mengungkapkan dari pertemuan itu pihaknya mendapat penjelasan lebih komprehensif terkait dengan kebijakan Cina. Kementerian Pariwisata juga meminta negara penyumbang terbanyak turis ke Bali itu dapat menurunkan status travel warning.

    Hanya, perwakilan Cina mengatakan status travel warning akan diturunkan apabila status Gunung Agung juga diturunkan dari awas. Menurut dia, Cina mengeluarkan travel warning berdasarkan status Gunung Agung yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.