Di Depan Pengusaha Ikan, Susi Pudjiastuti Singgung PDIP dan Golkar

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) bersama Duta Besar Amerika Serikat Joseph R Donovan Jr (kanan), melambaikan tangan saat acara Tutup Sasi Komoditas Lobster, di laut Desa Lonthoir, Pulau Banda Besar, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Minggu (22/10). Sasi adalah kearifan lokal di Kepulauan Maluku, yaitu berupa larangan untuk mengambil hasil sumber daya alam tertentu sebagai upaya menjaga mutu dan populasi sumber daya hayati, baik hewani maupun nabati. ANTARA FOTO/Embong Salampessy

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) bersama Duta Besar Amerika Serikat Joseph R Donovan Jr (kanan), melambaikan tangan saat acara Tutup Sasi Komoditas Lobster, di laut Desa Lonthoir, Pulau Banda Besar, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Minggu (22/10). Sasi adalah kearifan lokal di Kepulauan Maluku, yaitu berupa larangan untuk mengambil hasil sumber daya alam tertentu sebagai upaya menjaga mutu dan populasi sumber daya hayati, baik hewani maupun nabati. ANTARA FOTO/Embong Salampessy

    TEMPO.CO, Tangerang - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Minggu, 3 Desember 2017, resmi menutup gelaran pameran ikan hias 2nd Indonesia Ornamental Fish and Aquatic Plant Show Nusantara Aquatic (Nusatic) ke-2 tahun 2017. Di depan para pengusaha ikan hias yang menjadi peserta pameran, Susi berharap kapasitas bisnis ikan hias semakin meningkat.

    Namun ada cerita menarik hari ini. Oleh panitia, Susi diminta menentukan satu dari tiga ikan hias terpilih, yang akan menerima piala presiden. "Saya bingung milih yang mana, semua bagus," kata Susi. Panitia memang mengadakan kompetisi ikan hias dalam acara yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, tersebut.

    Susi dihadapkan pada tiga ikan terpilih berwarna merah putih, kuning, dan merah. Akhirnya, Susi memilih ikan hias berwarna merah putih milik Sugiarto Kurniawan menjadi ikan terbaik dalam kompetisi kali ini. "Kalau merah putih, berarti Indonesia, tapi kalau ini kuning, Golkar, lalu kalau ini yang merah, PDIP," kata Susi berseloroh, bersambut tawa dari peserta pameran.

    Hadir dengan setelan baju batik dan sepatu high heels, Susi berujar, "Tapi kita kan bicara party (partai) di sini." Susi justru menargetkan ekspor ikan hias Indonesia bisa menjadi nomor satu di dunia.

    Baca: Target Susi Pudjiastuti, Indonesia Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar di Dunia 

    Susi mengakui sejak menjadi menteri, baru kali ini ia hadir di pameran ikan hias. Selama ini, kata dia, ia hanya melihat dan mengecek industri ikan hias. Menurut Susi, ada kecenderungan kapasitas industri ini mengalami kenaikan luar biasa.

    Untuk mencapai target sebagai eksportir ikan hias nomor satu di dunia, Susi berjanji akan membantu kalangan usaha di sektor ini. Ia mengupayakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Raiser atau Fasilitas Pendukung Ekspor Ikan Hias di Cibinong, Bogor, bisa dihapuskan. "Saya akan selesaikan dengan Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati)," ujarnya.

    Penghapusan PNBP ini, kata Susi, bisa mendorong agar ketergantungan Indonesia terhadap Singapura bisa berkurang. Selama ini, negara eksportir ikan hias terbesar di dunia tersebut menjadi penghubung terbesar bagi pengusaha Indonesia untuk mengakses pasar internasional. Tak hanya itu, Susi juga mendorong pengusaha ikan hias bersedia hadir dalam forum bisnis yang rutin diadakan Kementerian Kelautan.

    Ketua penyelenggara Pameran, Sugiarto Budiono, berterima kasih atas kehadiran Susi untuk menutup acara. Di depan Susi, Sugiharto mengklaim kontes ikan kali ini merupakan yang terbesar di dunia, dengan hampir 2.900 peserta. Ia juga menyampaikan harapan agar pada 2021 Indonesia benar-benar bisa menjadi pengekspor utama ikan hias di dunia.

    Baca juga: Hoax, Lowongan Kerja di Garuda Indonesia Tersebar Viral


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.