Erupsi Gunung Agung: Ini Harapan Pelaku Wisata Jelang Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua wisatawan berfoto dengan latar belakang Gunung Agung, di Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung berstatus awas itu, Karangasem, Bali, 25 September 2017. Sebagian warga yang tinggal di kawasan rawan bencana di lereng timur laut Gunung Agung masih belum mengungsi meski gunung berstatus awas dan mereka telah dihimbau untuk meninggalkan kampung. ANTARA FOTO

    Dua wisatawan berfoto dengan latar belakang Gunung Agung, di Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung berstatus awas itu, Karangasem, Bali, 25 September 2017. Sebagian warga yang tinggal di kawasan rawan bencana di lereng timur laut Gunung Agung masih belum mengungsi meski gunung berstatus awas dan mereka telah dihimbau untuk meninggalkan kampung. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Denpasar -  Ketua Asosiasi Agen Wisata dan Perjalanan (ASITA) Bali, I Ketut Ardana, tak menampik menjelang Tahun Baru 2018, pariwisata Bali mengalami kemerosotan. "Kondisi Gunung Agung saat ini sudah menyebabkan pembatalan (kunjungan wisata) untuk bulan Desember," katanya, Jumat, 1 Desember 2017.

    Menurut Ardana para wisatawan masih menimbang ihwal erupsi Gunung Agung. Ia menjelaskan biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru, sudah banyak turis yang ingin berlibur di Bali. "Mulai ramai 20 Desember. Kalau di Bali (tanggal) itu masuk peak season sampai 10 Januari," ujarnya.

    Baca juga: Erupsi Gunung Agung, Wisata Arung Jeram di Karangasem Ditutup

    Ardana menambahkan pembatalan rencana kunjungan para turis ada juga di antara tanggal tersebut. Ia tidak bisa memperkirakan siasat untuk menarik kunjungan wisatawan.

    Gunung Agung berada di Kabupaten Karangasem. Saat ini zona bahaya Gunung Agung adalah radius 8 kilometer. Adapun perluasan sektoral 10 kilometer ke arah Utara-Timur Laut dan Tenggara-Selatan-Barat Daya. Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di luar zona tersebut Bali aman untuk dikunjungi.

    Ardana berharap para wisatawan tidak hanya terfokus pada kondisi Gunung Agung saja. Apalagi, kata dia, setiap tahun baru seluruh obyek wisata di luar Karangasem selalu dipadati wisatawan.

    "Kuta, Nusa Dua, Seminyak, dan Bedugul langganan tahun baru. Banyak (wisatawan) yang tahu itu tidak berbahaya karena lokasi jauh dari Gunung Agung," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.