Bitcoin Diprediksi Tembus US$ 13 Ribu, Ini Indikasinya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bitcoin. Reuters

    Ilustrasi Bitcoin. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga Bitcoin diprediksi terus meningkat. Dalam perdagangan hingga sore hari ini nilainya mencapai kisaran US$ 11 ribu.

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan harga Bitcoin akan terus mengalami kenaikan. "Berpeluang menembus US$ 13 ribu," kata dia saat dihubungi, Jakarta, Sabtu, 2 Desember 2017.

    Simak: Mengapa Bitcoin Semakin Digemari di Luar Negeri?

    Bhima mengatakan permintaan terhadap Bitcoin dan cryptocurrency akan meningkat signifikan. Sentimen positif saat ini datang dari Amerika. Operator tukar derivatif terbesar di dunia, CME Group, menyatakan bakal menjual Bitcoin Futures pada 18 Desember 2017.

    Dana pensiun Amerika pun menyatakan rencananya menyimpan dana di Bitcoin. Faktor lain yang akan mendorong pergerakan Bitcoin adalah transisi penguasaan terbesar Bitcoin dari Cina ke Jepang.

    Cina yang menguasai lebih dari 30 persen perdagangan Bitcoin dunia mulai membatasi diri. Di sisi lain, pemerintah Jepang menggandeng bitcoin sebagai instrumen sistem pembayaran dan investasi.

    Kini Jepang memiliki porsinya 20 persen dari transaksi bitcoin secara global. "Itu yang menjaga Bitcoin tetap positif kendati naik turun dalam rentang yang pendek," kata dia. 

    Bitcoin bergerak fluktuatif pekan ini. Kemarin, harganya sempat menurun ke US$ 9 ribu setelah menyentuh level tertingginya di kisaran US$ 10 ribu. Menurut Bhima, penurunan itu bersifat sementara karena adanya aksi spekulasi dari pemain jangka pendek. 

    Dengan pergerakan Bitcoin yang terus meroket, Bhima memprediksi pembeli Bitcoin akan semakin bervariasi. "Mulai fund manager kelas kakap hingga ibu-ibu rumah tangga," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.