Penerbangan Garuda Indonesia Kacau, Pengamat: Katanya Bintang 5

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang Maskapai Garuda Indonesia tujuan Pontianak mengeluh atas terjadinya pembatalan penerbangan akibat landasan acu pesawat di Bandara Pontianak banjir. DICKY ZULFIKAR NAWAZAKI

    Calon penumpang Maskapai Garuda Indonesia tujuan Pontianak mengeluh atas terjadinya pembatalan penerbangan akibat landasan acu pesawat di Bandara Pontianak banjir. DICKY ZULFIKAR NAWAZAKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Penerbangan maskapai Garuda Indonesia banyak yang mengalami penundaan mulai kemarin , Jumat 1 Desember 2017. Kondisi di Bandara Soekarno-Hatta pun ramai karena komplain berhamburan dari para calon penumpang.

    Tak kurang dari mantan Menteri Pertahanan Mahfud MD mengungkapkan sejumlah penundaan penerbangan Garuda Indonesia.

    Mahfud MD melontarkan kritik tersebut melalui akun twitternya dengan username @mohmahfudmd.

    "Hampir semua penerbangan @IndonesiaGaruda dari Soetta hari ini delayed. Para penumpang resah sebab penerbangan lain lancar. Perlu ada penjelasan yang memadai." tulis Mahfud pada Jumat 12 Desember 2017.

    "Duh @IndonesiaGaruda Stlh ditunda lbh dari 2 jam penumpang disuruh ke gate 23 utk diterbangkan jam 13.45 ke Semarang. Jam 13.45 jadwal ke Sedi layar minotor Gate hilang. Petugas2nya menghilang hingga tak ada yg bisa ditanya. Duh, Gusti. Ada apa, sih?" tulisnya lagi.

    “Kalau krn cuaca, mestinya pesawat2 lain tdk bisa terbang,” lanjut pakar hukum tata negara tersebut.

    Simak: Jadwal Kacau, Akun Twitter Garuda Indonesia Dibanjiri Protes

    Sementara itu, Agus Pambagyo, pengamat kebijakan publik, menuliskan, “Saya sdh sabar tanpa marah2 di konter pdhl dr jam 10 sampai skrg blm terbang tanpa kompensasi lho,” ungkapnya.

    “Pax sdh masuk pesawat GA 162 tujuan BIM, tp blm take off krn dok sdg ditulis tangan. Hare gene GA msh primitif. Katanya bintang 5,” ungkap Agus lagi. 

    Anto Prabowo, Kepala Departemen Sekretariat Dewan Komisioner, Hubungan Masyarakat dan Internasional dan Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga mengungkapkan kekesalannya.

    “Duh, @IndonesiaGaruda Stleh ditunda lbh dari 2 jam penumpang disuruh ke gate 23 utk diterbangkan jam 13.45 ke Semarang. Jam 13:45 jadwal ke Sedi layar monitor Gate hilang. Petugas2nya menghilang hingga tak ada yg bisa ditanya. Duh, Gusti. Ada apa, sih?” tulis Anto.

    Sementara itu, sejumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mengungkapkan kekesalan mereka lantaran merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas kapan bisa diberangkatkan oleh Garuda Indonesia ke bandara tujuan.

    Masalah makin besar lantaran PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjanjikan semua penerbangan baru bisa kembali normal besok, Ahad 3 Desember 2017, tanpa penundaan ataupun pembatalan dampak Gunung Agung.

    Manajer Public Relations Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan sejumlah penundaan maupun pembatalan penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta adalah imbas erupsi Gunung Agung pekan ini.

    Apalagi, dua bandara yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok Praya terpaksa ditutup.

    "Ada sekitar 300 penerbangan di Bali. Lebih banyak di Bali. Saat pembatalan di sana waktu penutupan pesawat kita juga ada yang tertahan di sana, sama crew," ujar Ikhsan pada Jumat 1 Desember 2017.

    Dia menyebutkan 30 persen penerbangan Garuda Indonesia memang didominasi rute menuju Bali, baik dari domestik ataupun internasional. Sementara Bandara Ngurah Rai baru kembali dibuka dua hari lalu, dan Bandara Lombok Praya baru dibuka hari ini.

    "Itu memang akhirnya berdampak ke rute lain. Ini masih masa recovery kita. Karena penyesuaian schedule untuk pesawat setelah batal 300, termasuk crew, jadi agak masif untuk penyesuaian crew dan jadwal," sambung Ikhsan.

    Penumpukan penumpang hari ini diakui Ikhsan juga disebabkan oleh long weekend yang membuat banyak penumpang ingin berlibur dan melakukan perjalanan. Selain itu kondisi cuaca ekstrim dalam dua hari terakhir ikut berdampak terhadap penerbangan.

    "Ini penyesuaian yang kita buat, sudah lancar. Dalam dua hari sudah normal. Target hari Minggu sudah clear," ujarnya.

    Ikhsan juga mengungkapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para calon penumpang Garuda Indonesia.

    Sebagai informasi, Bandara Internasional Lombok Praya dibuka dan dapat mulai beroperasi kembali mulai pukul 08.50 WITA Jumat (1/12/2017) berdasarkan NOTAMC B9075/17, setelah sebelumnya sempat ditutup sejak pukul 10.35 WITA Kamis (30/11/2017).

    Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan keputusan pembukaan Bandara Lombok ini merupakan hasil rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan Bandara Lombok, seperti Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara, maskapai, Ground Handling, Airnav Indonesia, dan BMKG.

    Sebelumnya berdasarkan rapat koordinasi antar stakeholder pada pukul 05.00 WITA sempat disepakati bahwa Bandara Lombok akan diperpanjang penutupannya hingga pukul 14.00 WITA, Jumat 1 Desember 2017 ini karena sebaran abu vulkanik berpotensi menuju dan menutup Pulau Lombok karena angin pada lapisan 5.000-24.000 kaki bergerak dari arah barat-barat laut ke timur tenggara.

    "Namun hasil pengamatan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin pada pagi hari menunjukkan perubahan arah angin sehingga sebaran abu vulkanik tidak berpotensi menutup ruang udara Pulau Lombok," ujar Israwadi.

    Untuk penerbangan, lanjut Israwadi, akan beroperasi normal. Sebagai informasi pesawat yang berada di apron saat ini adalah 3 pesawat komersial yaitu 1 pesawat Garuda Indonesia B737/800, 1 pesawat Lion Air B737/900, dan pesawat Garuda Indonesia ATR72.

    Sebelumnya VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono membenarkan adanya sejumlah penundaan dan pembatalan penerbangan pada Jumat, 1 Desember 2017 yang terjadi di beberapa rute penerbangan di Indonesia.

    Kondisi tersebut dikarenakan proses masa recovery operasional penerbangan Garuda Indonesia yang sebelumnya sempat terdampak Erupsi Gunung Agung, Bali, beberapa waktu lalu.

    Menurut Hengki, selama penutupan bandara Bali dan Lombok akibat erupsi Gunung Agung, Garuda Indonesia telah membatalkan lebih dari 300 penerbangan yang menyebabkan crew dan pesawat sempat tertahan di beberapa bandara outstation baik domestik dan internasional.

    Hal ini membuat Garuda Indonesia perlu melakukan penyesuaian masif terhadap assignment crew dan pesawat.

    "Perubahan yang masif tersebut kemudian memberikan dampak terhadap penjadwalan pesawat dan crew," kata Hengki melalui siaran pers pada Jumat, 1 Desember 2017

    Penundaan sejumlah sektor penerbangan Garuda Indonesia tersebut terjadi dikarenakan total trafik penerbangan di Bali berkontribusi terhadap 30 persen dari total daily flight Garuda Indonesia setiap harinya.

    Selain disebabkan oleh proses masa recovery operasional penerbangan pasca erupsi Gunung Agung, faktor cuaca juga menjadi salah satu kendala signifikan terkait penundaan penerbangan Garuda Indonesia pada hari ini.

    "Komitmen keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama bagi Garuda Indonesia, untuk itu kami senantiasa berupaya untuk memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan dalam menjalankan operasional penerbangan," sambungnya.

    Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh penumpang atas situasi terjadi. Saat ini pihaknya terus berupaya untuk memulihkan dampak dari keterlambatan penerbangan tersebut dengan memaksimalkan seluruh lini pelayanan operasional penerbangan.

    Maskapai BUMN itu juga akan menerapkan delay management policy kepada seluruh penumpang yang terdampak, termasuk memberikan snack meals, biaya kompensasi, penyediaan fasilitas hotel penumpang hingga mengupayakan pemberangkatan penumpang pada beberapa penerbangan Garuda Indonesia yang tersedia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.