Ditanya Soal Pajak Fredrich Yunadi, Dirjen Pajak Tertawa

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fredrich menyebut dirinya menyukai barang mewah, termasuk mobil dan motor gede. Dia juga suka memakai barang-barang branded untuk sehari-hari, dari baju, sepatu, tas, hingga jam tangan.

    Fredrich menyebut dirinya menyukai barang mewah, termasuk mobil dan motor gede. Dia juga suka memakai barang-barang branded untuk sehari-hari, dari baju, sepatu, tas, hingga jam tangan. "Tas saya setiap hari saya ganti, lha tasnya memang banyak. Baju, arloji, setiap hari saya ganti. Saya bukan pamer, tapi saya pakai. Itu kan sehari-hari saja. Jadi supaya dimaklumi, saya bukan pamer, saya memang sehari-hari begitu," ujarnya. TEMPO/ Mahanizar

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Pajak yang baru dilantik, Robert Pakpahan, enggan berkomentar terkait dengan tindak lanjut terhadap pajak pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. "Saya mau ke kantor Dirjen Pajak dahulu, nanti saja, ya," kata Robert sambil tertawa kecil kepada Tempo di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 30 November 2017.

    Ketika ditemui Tempo di lokasi yang sama, Direktur Pelayanan dan Penyuluhan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga mengatakan sudah menindaklanjuti soal pajak Frederich. Namun Hestu enggan mempublikasikan bentuk tindak lanjut tersebut.

    Menurut Hestu, Pasal 34 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan melindungi informasi yang terkait dengan surat pemberitahuan tahunan wajib pajak.

    Yustinus, pengamat pajak, mengimbau Ditjen Pajak mengungkap proses pemeriksaan pajak Fredrich. Selain sebagai penerimaan negara, dia mengatakan pajak berfungsi sebagai instrumen untuk menjaga rasa keadilan publik.

    "Menurut saya, sangat perlu untuk diekspos ke publik. Momentum ini bisa digunakan untuk menunjukkan Ditjen Pajak itu adil dan tegas," katanya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 30 November 2017.

    Yustinus mengatakan Frederich  merupakan orang yang secara politis dijadikan perhatian publik sehingga masyarakat perlu tahu apakah dalam hal pajak yang bersangkutan bermasalah atau tidak. Ia mengatakan Dirjen Pajak perlu memastikan apakah yang bersangkutan salah atau tidak. "Jangan sampai orang yang mampu apalagi kontroversial di mata publik tidak diproses," ucapnya.

    Beberapa hari lalu dalam acara Catatan Najwa, pengacara Setya tersebut mengatakan menyukai kemewahan. Fredrich bahkan mengaku biasa mengeluarkan uang Rp 3-5 miliar untuk rekreasi ke luar negeri.

    Pengakuan Fredrich dalam acara tersebut mendapat respons dari Ditjen Pajak. Melalui akun Twitter @DitjenPajakRI, Ditjen Pajak mengatakan akan menanggapi informasi yang disampaikan Fredrich Yunadi.

    Ditjen Pajak mencuit, “Dear #KawanPajak. Terima kasih untuk seluruh mention terkait video wawancara seorang pengacara. Unit kami yang berwenang akan menindaklanjuti informasi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.