Penjelasan Garuda Indonesia Soal Kacaunya Jadwal Penerbangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para penumpang ricuh dan berteriak akibat delayed jadwal penerbangan yang tak pasti di Teminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 19 Februari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Para penumpang ricuh dan berteriak akibat delayed jadwal penerbangan yang tak pasti di Teminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 19 Februari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (persero) Tbk menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah penundaan dan pembatalan penerbangan yang terjadi pada hari ini, Jumat, 1 Desember 2017. Juru bicara Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengatakan penundaan dan pembatalan ini dilakukan karena adanya proses recovery operasional penerbangan.

    “Proses ini merupakan dampak dari erupsi Gunung Agung, Bali, beberapa waktu yang lalu,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Tempo di Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017.

    Sebelumnya pada hari ini, sejumlah penerbangan Garuda Indonesia terpantau mengalami penundaan. Salah satunya lokasi yang mengalami penundaan adalah Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang.

    Sejumlah penumpang yang terdampak akibat penundaan ini menyampaikan kekecewaan di media sosial. Salah satunya yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Melalui akun twitternya @mohmahfudmd, Ia mencuit sekitar pukul 14.50 WIB terkait penerbangannya yang sempat ditunda hingga dua jam. “Duh, Gusti. Ada apa sih?” kata Mahfud. Ada juga akun twitter @leonardus888 yang menulis cuitan, “Jakarta terminal 3, garuda in a mess, many flights delayed (Terminal 3 Jakarta, garuda berantakan, banyak penerbangan ditunda).”

    Selain karena adanya proses recovery operasional, Ikhsan menyebut penundaan dan pembatalan pada hari ini juga terjadi karena faktor cuaca. Keselamatan penerbangan, ujarnya, merupakan prioritas utama bagi Garuda Indonesia.

    Tak hanya hari ini, secara total, Garuda Indonesia telah membatalkan lebih dari 300 penerbangan selama penutupan bandara Bali dan Lombok akibat erupsi Gunung Agung. Alhasil, sejumlah kru dan pesawat terpaksa tertahan di beberapa bandara domestik dan internasional. “Jadi harus dilakukan penyesuaian masif terhadap penjadwalan kru dan pesawat,” ujarnya. Padahal, rute penerbangan di Bali menyumbang 30 persen total penerbangan di setiap harinya.

    Ikhsan memastikan pihaknya masih terus berupaya untuk memulihkan dampak dari keterlambatan penerbangan hari ini. “Kami memaksimalkan seluruh lini pelayanan operasional penerbangan.” Selain itu, Delay Management Policy pun juga akan diterapkan ke seluruh penumpang, seperti kompensasi biaya dan makanan ringan, hingga fasilitas hotel.

    Ikhsan memastikan penumpang pesawat Garuda Indonesia yang mengalami delay tidak akan ditelantarkan." Kami lakukan kewajiban sesuai dengan aturan yang berlaku,"kata Ikhsan.

    FAJAR PEBRIANTO | JONIANSYAH HARJONO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.