Pebisnis Furnitur Olympic Ekspansi Usaha ke Sektor Properti

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olympic City Bogor. youtube.com

    Olympic City Bogor. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebisnis furnitur Olympic memulai ekspansi usahanya ke sektor properti dengan membangun proyek kota terpadu terintegrasi di Kota Bogor, Jawa Barat. Founder Olympic Group, AU Bintoro, menjelaskan megaproyek ini merupakan inovasi untuk mewujudkan ekspansi Olympic agar lebih dikenal dari yang tadinya berbisnis di furniture menjadi pengembang properti.

    "Kami ingin proyek ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan hunian yang lengkap dan terpadu di era modern," kata Bintoro, Rabu, 29 November 2017.

    Baca: Penjualan Properti 2017 Tetap Melesat. Apa Penyebabnya?

    Mengawali proyek kota terpadu terintegrasi kota Bogor, Olympic Development melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan megaproyek Olympic City di kawasan Cibuluh, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 29 November 2017. Kota terpadu itu akan terintegasi dengan Central Business District (CBD) kota Bogor.

    Olympic Group juga melakukan penandatanganan MOU dengan China Construction Third Engineering Bureau co, LTD dan Country Garden untuk memperkuat bisnis properti yang sedang dijalani. Keduanya merupakan kontraktor dan developer terbesar di Cina. 

    Imelda Fransisca, CEO Olympic City, memaparkan, proyek tahap awal pembangunan megaproyek ini adalah membangun kawasan hunian, Pine Garden. Kawasan ini akan dilengkapi dengan fasilitas sarana dan prasarana bisnis, retail, dan lifestyle. "Termasuk juga ruang terbuka hijau yang menjadi ciri khas kota Bogor,” katanya.

    Olympic City, kata Imelda, nantinya akan menjadi kota dengan konsep one stop living yang terdiri dari kawasan hunian, apartemen, hotel, gedung perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit. “Sebanyak 60 persen dari total luas 30 hektare lahan Olympic City adalah kawasan hunian Pine Garden yang sekarang ini tengah dibangun,” ucapnya.

    Pine Garden sendiri akan dibangun sebanyak 130 unit dengan kisaran harga Rp 700 juta per unit. Dengan menyasar pasar middle class, Pine Garden ditargetkan akan terjual habis pada kuartal II mendatang.

    Lebih jauh, Imelda menambahkan lokasi Olympic City strategis yakni di jantung kota Bogor dan dilengkapi fasilitas lengkap serta berada di kawasan CBD menjadi kelebihan hunian landed ini. “Selain itu, kedekatan dengan pintu tol Bogor Outer Ringroad (BOOR) dan 5 menit ke stasiun LRT menjadi kelebihan lain bagi para konsumen yang memiliki mobilitas yang tinggi."

    Ke depannya, Olympic Group akan membangun 3 tower apartemen di areal yang sama pada tahun depan. Selain itu Olympic Group juga akan menggarap kota hunian lain di Sukabumi dengan luas lahan 600 hektare.

    SWA.CO.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?