Vivo Perkenalkan LPG Nusagaz 4,5 Kilogram di Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU VIVO di kawasan Cilangkap, Jakarta, 24 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU VIVO di kawasan Cilangkap, Jakarta, 24 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) memperkenalkan produk Liquefied Petroleum Gas (LPG) baru, Nusagaz, kepada publik di Surabaya, hari ini. Corporate Communications Vivo Maldi Al-Jufrie mengatakan, perseroan bersama dengan PT Sierra Nusa Gas meluncurkan produk secara soft launching di Kota Pahlawan terlebih dahulu.

    "Pada peluncuran kali ini kami tidak akan berbicara target maupun pasar yang direbut, sebab tujuan awal kami adalah mengenalkan produk baru, murah, aman dan berkualitas," kata Maldi Al-Jufrie dalam jumpa pers di Grand City Surabaya, Kamis, 30 November 2017.

    Simak: Ini Dia Profil PT Vivo Energy Indonesia

    Nusagaz, kata Maldi, bakal meluncur di pasaran dengan beberapa varian ukuran tabung, yakni 4,5 kg, 8 kg, 16 kg, dan 60 kg. "Secara umum akan mulai kami pasarkan pada Kuartal I 2018. Jawa Timur akan kita penuhi dulu pasarnya," kata dia.

    Pihaknya mengklaim, harga dan kualitas LPG Nusagaz mampu bersaing dengan kompetitor yang lebih dulu eksis. Dari sisi harga, Nusagaz ukuran 4,5 kg dibanderol Rp25.500 per tabung di luar harga tabung gas. Sedangkan ukuran 8 kg dijual seharga Rp56.000 dan ukuran 15 kg dengan harga Rp110.000.

    Untuk ukuran tabung 60 kg, harganya bakal mencapai Rp460.000. "Harga itu yang paling murah dibandingkan dengan produk sejenis, sebab tim kami sudah turun lapangan mengecek harga yang ada," kata dia.

    Maldi menjelaskan, harga tersebut merupakan Harga Eceran Tertinggi di tingkat akhir konsumen dan belum termasuk biaya tabung yang musti dibayar di awal. Pihaknya masih mempertimbangkan mekanismenya, apakah akan membagikan tabung di awal secara gratis. "Nanti mekanismenya akan diatur oleh perusahaan. Nggak semua masyarakat perlu dibayari gratis, karena tidak semua masyarakat tidak mampu."

    Jelang peluncuran akbar pada tahun 2018 mendatang, pihaknya berfokus membangun infrastruktur gas agar penyebaran penjualan bisa dilakukan di berbagai daerah. Setelah Jawa Timur, LPG Nusagaz juga bakal diperkenalkan di Jawa Timur dan Jawa Barat. "Kami masih konsentrasi di Jawa karena kaitannya dengan infrastruktur. Rantai infrastruktur LPG lebih panjang dibandingkan BBM," tuturnya.

    Sementara itu Dirut Holding East Continent Gas Indonesia (ECGI) Firman Suryadi menjamin, LPG Nusagaz telah berstandar internasional dan aman. Produk Vivo juga sudah melalui uji tabung serta ketahanan terhadap air dan angin, sehingga tingkat panas yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang baik.

    "Heating value kami jauh lebih baik karena mix propan based atau kandungan propan kami lebih banyak, 80:20. Apinya pun biru, tidak ada kuningnya. Berbeda dengan kompetitor yang kandungannya 50:50," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).