Merosot 1,80 Persen, IHSG Terlempar dari Level 6.000

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot hampir dua persen sekaligus terlempar dari level 6.000 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis, 30 November 2017.

    IHSG ditutup merosot 1,80 persen atau 109,23 poin di level 5.952,14. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.952,14–6.058,60.

    Dari 563 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 131 saham menguat, 215 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor aneka industri dan konsumer yang masing-masing anjlok 3,53 persen dan 3,19 persen. Adapun sektor pertanian dan tambang masing-masing berakhir naik 0,38 persen dan 0,04 persen.

    Baca: Tujuh Sektor Melemah, IHSG Sesi I Turun 0,29 Persen

    Saham-saham penekan IHSG:

    HMSP -4,87 persen

    BBCA -3,90 persen

    ASII -4,49 persen

    BBRI -2,73 persen

    Saham-saham pendorong IHSG:

    PNBN +13,68 persen

    GEMS +9,70 persen

    BJBR +5,51 persen

    POOL +12,61 persen

    Pada akhir sesi I perdagangan siang tadi, IHSG melemah 0,29 persen atau 17,31 poin ke level 6.044,06.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.