Dirjen Pajak Umumkan Google Lunasi Tunggakan Pajak 2015

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google Doodle hari ini mengambil tema kimchi, Rabu, 22 November 2017. (Google)

    Google Doodle hari ini mengambil tema kimchi, Rabu, 22 November 2017. (Google)

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengumumkan perusahaan digital berbasis internet yaitu Google. "Kinerja dari teman-teman Kantor Wilayah Khusus dan Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing (Badora) telah menyelesaikan tugas dengan baik, bahwa ada perusahaan inisalnya G telah melunasi pajaknya sesuai dengan peraturan Undang-Undang Perpajakan di Indonesia," kata Dirjen Pajak Ken Dwijugiateadi di Kantor Dirjen Pajak, Kamis, 30 November 2017.

    Disinyalir perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan digital raksasa Google. Kendati demikian Ken tidak mau menyebut perusahaan apa yang dia sebut.

    Ken mengatakan pelunasan pembayaran pajak dilakukan siang ini. "Langsung dari Amerika Serikat ke Singapura, baru sampai sini. Dari tadi pagi saya menunggu pembayarannya," tuturnya.

    Pajak yang dibayarkan, kata dia, adalah jenis pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tahun 2015 yang terdiri dari enam billing. Mengenai jumlahnya, Ken juga tidak bisa menyebutkannya karena dibatasi aturan kerahasiaan.

    Sistem pembayaran yang dilakukan, kata dia, adalah dengan metode self assessment. Artinya perusahaan melakukan penghitungan, pembayaran, dan penyetoran pajak sendiri. "Karena sistem perpajakan di Indonesia memang sistem yang self assestment, jadi menyetorkan sendiri."

    Ken mengatakan Indonesia merupakan satu dari empat negara yang berhasil menarik pajak dari perusahaan teknologi itu, di samping Inggris, India, dan Australia. Hal tersebut bisa dilakukan, menurut dia, lantaran peraturan perundang-undangan perpajakan di Indonesia sudah memenuhi ketentuan yang disepakati antara perusahaan G dengan otoritas perpajakan di Indonesia. "Jadi sama sekali enggak ada yang dilanggar."

    Dia membantah adanya lobi maupun negosiasi dalam penarikan pajak perusahaan digital internasional itu. "Ini sesuai ketentuan. Sesuai data dan tidak ada kompromi," kata dia. Meskipun, secara formal, perusahaan bisa saja mengajukan keberatan atas tagihan pajak yang diterima.

    Sebelumnya utang pajak Google di Indonesia ditaksir mencapai Rp 5,5 triliun per tahun. Menurut Ditjen Pajak, Google belum  membayar pajak selama lima tahun. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.