BI Prediksi Inflasi November Naik Jadi 0,23 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen pada November 2017 mencapai 0,23 persen. Perkiraan ini didasarkan pada Survei Pemantauan Harga yang dilakukan bank sentral pada pekan ketiga November.

    "Untuk pekan ketiga diperkirakan 0,23," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Institut Intelijen Keuangan Indonesia, Cimanggis, Depok, Kamis, 30 Desember 2017.

    Baca: Inflasi Bisa di Bawah 3,5 Persen Tahun Depan dengan Catatan...

    Prediksi tersebut lebih tinggi dibanding prediksi inflasi November oleh BI pada pekan pertama sebesar 0,14 persen. Prediksi itu juga lebih tinggi dibanding tingkat inflasi pada Oktober 2017 yang mencapai 0,01 persen dan pada bulan September yang mencapai 0,13 persen.

    Agus memperkirakan inflasi akan berada di kisaran 3 persen sampai 3,5 persen hingga akhir 2017. Untuk tahun depan, BI memprediksi inflasi juga berada di kisaran 3 persen sampai 3,5 persen. "Tahun 2018 nanti ada di kisaran itu," kata dia.

    Sebelumnya dalam Rapat Dewan Gubernur, Agus mengatakan inflasi hingga akhir tahun akan mencapai 3 persen sampai 3,5 persen. Angka tersebut sedikit berada di bawah target inflasi tahun ini yang sebesar 4 plus minus 1 persen.

    Agus menuturkan terkendalinya inflasi disumbang tren menurunnya inflasi inti, rendahnya barang impor dan permintaan domestik. Inflasi yang rendah ini, kata dia, juga ditopang oleh gejolak harga komoditas pangan yang masih rendah hingga akhir tahun. Harga barang dan jasa yang diatur pemerintah juga tetap terkendali.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta kepala daerah memperhatikan sejumlah permasalahan ekonomi di masyarakat, diantaranya soal daya beli, penciptaan lapangan kerja, hingga soal inflasi. Kepala daerah, kata dia, harus mengerti persoalan ekonomi terutama inflasi.

    Jokowi mengatakan pencipataan daya beli masyarakat bisa dilakukan dengan memperbanyak program-program padat karya. "Perbanyak proyek-proyek, program-program padat karya yang membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya," kata Jokowi saat memberi pengarahan di rapat kerja pemerintah dengan gubernur, bupati, dan kali kota seluruh Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, akhir Oktober lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.