Pemerintah Bangun PLTS Apung Terbesar di Dunia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengamati panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Daruba, di Pulau Morotai, Maluku Utara, 6 April 2016. Kini hanya 2/3 dari sistem yang berfungsi dan dioperasikan secara manual. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Petugas mengamati panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Daruba, di Pulau Morotai, Maluku Utara, 6 April 2016. Kini hanya 2/3 dari sistem yang berfungsi dan dioperasikan secara manual. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar bersama Duta Besar Persatuan Emirat Arab (PEA) untuk Indonesia Mohamed Abdulla Mohammed Bin Mutleq Alghafli menyaksikan penandatangan project development agreement antara PT PJB dan MASDA hari ini. Perjanjian yang ditandatangani tersebut merupakan proyek pemerintah dalam membangun Floating Photovoltaic Solar Power Plant 200 MW atau Pembangkit Listrik  Tenaga Surya (PLTS) terapung di waduk Cirata milik PT PJB.

    "Saya senang dengan kerja sama ini, yang merupakan tindak lanjut dari MoU sebelumnya. Proyek ini akan menjadikan PLTS terapung pertama di Indonesia," ujar Arcandra, di Jakarta, Selasa, 28 November 2017.

    Simak: PLTS Jakabaring Pasok Listrik untuk Asian Games 2018

    Ia berharap, dari pembangunan proyek ini, dapat membuat tarif listrik di Jawa Barat berada di bawah Biaya Pokok Penyediaan (BPP) setempat, atau sebesar 6,5 cent US$/KWh. Hal ini, kata dia, karena apabila diatas BPP, maka proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini akan sulit untuk dijalankan.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan, proyek Floating Photovoltaic Solar Power Plant 200 MW untuk Feasibility dan Grid interkoneksi study telah rampung di akhir September kemarin, dan telah diserahkan kepada PT PLN (Persero) serta direncanakan pelaksanaan Power Purchase Agreement (PPA) secepatnya.

    Arcandra berharap, penandatangan kerja sama dapat menjadi salah satu upaya untuk mencapai bauran energi mencapai 23 persen untuk energi baru terbarukan. Ia menjelaskan, pemerintah saat ini sangat terbuka untuk para investor datang ke Indonesia. "Kami menawarkan dengan bisnis yang sehat, tentu saja dengan tarif yang lebih rendah dari BPP," ujarnya.

    President Direktur PT PJB Iwan Agung Firstantara, yang juga hadir di lokasi, mengklaim proyek tersebut merupakan yang terbesar di Indonesia untuk proyek sejenis karena menggunakan lahan seluar 200 HA.

    "Proyek ini sudah disiapkan di Cirata, dengan business to business yang baik, proyek ini juga mengakselerasi untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan memperkuat kerjasama antara Indonesia dan PEA" ujarnya.

    Pernyataan Iwan tersebut dibenarkan Chief Executive Officer MASDAR Mohammed Al Ramahi. Ia menjelaskan proyek tersebut tidak hanya terbesar di Indonesia, tetapi juga akan menjadi yang terbesar di dunia.

    "Saya sangat senang dengan penandatangan ini, mengingat Mubadalla juga menjalin hubungan kerja sama kurang lebih 10 tahun, dan sekarang MASDAR tidak hanya membangun (PLTS) yang terbesar di Indonesia tetapi juga yang terbesar di dunia, dengan adanya perjanjian kerjasama ini mempermudah jalan agar cepat beroperasi," ujarnya.

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.