134 Saham Melemah, IHSG Sesi I Turun ke Level 6.052,57

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,3 persen atau 18,14 poin ke level 6.052,57 di akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu, 29 November 2017. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.045,34-6.073,90.

    Sebanyak 148 saham menguat, 134 saham melemah, dan 281 saham stagnan dari 562 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG di akhir sesi I.

    Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor konsumer yang melemah 0,73 persen dan sektor finansial yang turun 0,58 persen. Adapun empat sektor lainnya menguat, dipimpin sektor tambang yang naik 1,31 persen dan industri dasar yang naik 0,38 persen.

    Saham HMSP (-1,83 persen), UNVR (-1,57 persen), KLBF (-0,30 persen), dan KINO (-3,48 persen) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor konsumer pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Baca: Ditutup di Level 6.070,72, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru

    Berikut rincian 10 emiten penekan utama IHSG siang ini:

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    HMSP -1,83 persen

    BBRI -1,78 persen

    UNVR -1,52 persen

    TLKM -0,94 persen

    INTP -3,52 persen

    Berdasarkan presentase:

    ALKA -20,00 persen

    TAMU -8,52 persen

    KARW -8,13 persen

    DGIK -8,06 persen

    INCF -7,75 persen

    Reliance Securities memprediksi IHSG akan kembali bergerak tertekan dalam perdagangan hari ini. Analis Lanjar Nafi mengatakan IHSG kembali terkonsolidasi bertahan pada level MA7 setelah menyentuh MA20. Pergerakan IHSG akan cenderung tertahan melihat momentum yang cenderung flat di Indikator RSI dan pergerakan stochastic yang tertahan.

    "Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak mixed cenderung tertekan pada pergerakan selanjutnya dengan range pergerakan 6040-6080," tulisnya dalam riset.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.