Bandara Ngurah Rai Kembali Ditutup, Pengelola Siapkan 100 Bus

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga negara asing berada di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 27 November 2017. ANTARA

    Sejumlah warga negara asing berada di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 27 November 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Bandara Ngurah Rai, Bali, menyiapkan sekitar 100 bus untuk mengangkut calon penumpang yang gagal berangkat untuk kemudian dialihkan menggunakan transportasi darat karena masa penutupan bandara akibat letusan Gunung Agung diperpanjang.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, di Denpasar, Rabu, 29 November 2017, mengatakan bus-bus tersebut disiagakan di terminal domestik dan internasional dan calon pemakai jasa penerbangan langsung diantarkan ke Pelabuhan Padangbai, Surabaya, dan Jakarta.

    Sejumlah pemakai jasa penerbangan yang memilih menggunakan transportasi darat, kemudian antre untuk memasuki bus yang menuju Surabaya dan Jakarta serta Pelabuhan Padangbai untuk tujuan Nusa Tenggara Barat.

    Baca: Bandara Ngurah Rai Ditutup, Penumpang Terdampar di Singapura

    Bandara Ngurah Rai kembali ditutup hingga Kamis, 30 November 2017, karena sebaran abu Gunung Agung terdeteksi masih berada di ruang udara bandara. Akibatnya, pada perpanjangan penutupan ketiga kalinya ini, total 430 jadwal penerbangan dibatalkan, baik yang tiba maupun berangkat.

    Arie merinci, untuk rute internasional sebanyak 195 penerbangan dan rute domestik mencalai 235 penerbangan. Pihaknya memperkirakan untuk penutupan ketiga kalinya ini hampir 58 ribu calon pemakai jasa penerbangan domestik dan internasional gagal terbang.

    Pihak pengelola Bandara Ngurah Rai bersama otoritas terkait lainnya akan melakukan evaluasi terkait perkembangan operasional berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Vulcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin Australia, laporan pilot dan hasil pengujian di bandara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.