Bukalapak Gandeng BRI untuk Permudah Transaksi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BANK BRI muncul dengan inovasi untuk melindungi nasabahnya dari cybercrimes dengan sistem keamanan berlapis.

    BANK BRI muncul dengan inovasi untuk melindungi nasabahnya dari cybercrimes dengan sistem keamanan berlapis.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) memperluas kerja sama dengan Bukalapak. BRI menyediakan fasilitas perbankan untuk Bukalapak yang meliputi layanan BRIVA Online, layanan CMS Payment Priority, layanan E-pay, layanan WS Overbooking dan Notification, serta jasa perbankan lainnya.

    BRIVA adalah virtual account BRI yang dapat digunakan oleh pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran melalui seluruh jaringan BRI dan ATM bank lain, sedangkan E-Pay merupakan salah satu sarana pembayaran belanja online yang menggunakan internet banking BRI.

    Baca: BRI Luncurkan KUR Peremajaan Kelapa Sawit di 12 Kabupaten Sumut

    Direktur Kelembagaan Bank BRI, Sis Apik Wijayanto, mengatakan BRI terus mendukung akselerasi ekonomi digital Indonesia dengan menjalin kerja sama strategis dengan para pelaku e-commerce di Indonesia.

    "Kerja sama ini juga kami anggap strategis karena Bank BRI dan Bukalapak memiliki core bisnis yang sama, yaitu UMKM," katanya, Selasa, 28 November 2017.

    Founder sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky, mengatakan Bukalapak optimistis dengan kerja sama ini, maka mampu menambah fasilitas layanan perbankan yang mampu menjangkau serta memberikan akses yang lebih luas bagi kelancaran dagang dan kemudahan pembayaran bagi lebih dari 13 juta pengguna dan 2 juta pelapak Bukalapak yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

    "Kami (Bukalapak dan Bank BRI) memiliki misi yang sama bagaimana memajukan UKM di Indonesia. UKM ini perlu kami dorong bersama-sama, jika ekosistem digabung, efeknya akan luar biasa," katanya pada kesempatan yang sama.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).