Ditutup di level 6.070,72, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil rebound sekaligus mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa, 28 November 2017.

    IHSG berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,10 persen atau 6,13 poin di level 6.070,72, level penutupan tertinggi sepanjang masa.

    Melanjutkan pelemahannya di awal perdagangan hari ini, IHSG terus merosot, bahkan sempat menyentuh level terendahnya, yakni di level 6.015,91. Namun pelemahan IHSG terpantau terkikis menjelang penutupan perdagangan hingga berhasil berbalik ke zona hijau dan mencatatkan rekor barunya.

    Dari 563 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 130 saham menguat, 236 saham melemah, dan 197 saham stagnan.

    Baca: IHSG Diprediksi Menguat hingga Pekan Depan

    Dua dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumer dan finansial yang masing-masing menguat 1,42 persen dan 0,69 persen. Adapun tujuh sektor lainnya berakhir si zona merah, dipimpin sektor aneka industri yang merosot 1,36 persen.

    Saham-saham pendorong IHSG:

    HMSP +3,79 persen

    BBRI +2,42 persen

    BBNI +3,07 persen

    UNVR +1,19 persen

    Saham-saham penekan IHSG:

    ASII -1,76 persen

    TLKM -1,40 persen

    EMTK -6,35 persen

    GEMS -13,19 persen

    Rekor baru IHSG pada perdagangan hari ini dibukukan hanya berselang kurang dari sepekan setelah mencetak level penutupan tertinggi di level 6.069,78 pada akhir perdagangan Rabu, 22 November 2017. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.015,91–6.070,72.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.