Citilink Buka Kembali Penerbangan Surabaya-Lombok

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 20_ekbis_citilink

    20_ekbis_citilink

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai berbiaya murah (LCC), Citilink Indonesia, membuka kembali penerbangan Surabaya-Lombok. Namun sejumlah penerbangan mengalami perubahan jadwal.

    Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar mengatakan penerbangan Surabaya-Lombok dan sebaliknya kembali beroperasi setelah kondisi dinyatakan aman. "Kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Agung saat ini dinilai tidak mengganggu jalur penerbangan," katanya, seperti dilansir dari keterangan tertulis, Selasa, 28 November 2017.

    Simak: Citilink Beri Harga Promo untuk Rute Baru

    Ruang udara Lombok saat ini dinyatakan bebas dari abu vulkanik sehingga aman untuk penerbangan. Benny mengatakan pergerakan angin ke arah barat daya membawa abu vulkanik Gunung Agung menjauh dari ruang udara Lombok. 

    Setelah beroperasi kembali, penerbangan Surabaya-Lombok mengalami perubahan jadwal. Penerbangan dengan nomor QG664, yang semula berangkat dari Surabaya pukul 09.25, berubah menjadi pukul 12.00. Sedangkan penerbangan nomor QG665, yang dijadwalkan berangkat pukul 12.00 Wita, menjadi 13.35 Wita. Khusus untuk penerbangan QG660 dan QG661, saat ini masih sesuai dengan jadwal semula. 

    Benny menuturkan pihaknya masih terus memantau perkembangan terkini dari data analisis Route Advisory VAAC, BMKG, HIMAWARI, WNI, dan sumber lain. "Pembukaan kembali penerbangan ini merupakan hasil koordinasi yang mengedepankan keamanan dan keselamatan penerbangan penumpang sebagai prioritas Citilink Indonesia," ujarnya.

    Citilink Indonesia secara berkala memberikan perkembangan terkini kepada para penumpang mengenai penerbangan maskapai melalui call center.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.