Tes CPNS Zaman Now, Menpan-RB: Anak Menteri pun Tak Bisa Dibantu

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi peserta saat mengikuti ujian CPNS Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, 9 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Ekspresi peserta saat mengikuti ujian CPNS Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, 9 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengatakan, sistem penerimaan  CPNS tahun ini sudah menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang hasilnya bisa langsung dilihat saat itu juga.

    Sistem CAT ini, mereduksi kemungkinan adanya kecurangan dan  peserta ‘titipan’. Harapannya, sistem ini bisa menyaring CPNS yang benar-benar berkualitas. Bahkan, Menteri Asman meyakinkan bahwa anak seorang menteri pun harus bisa lulus semua tahapan tes dengan kemampuan pribadi.

    Baca juga: Menpan-RB Jelaskan Kebutuhan dan Persiapan CPNS 2018

    “Mau anak siapapun tidak bisa dibantu, anak menteri sekalipun tidak bisa dibantu. Jadi saya harap ASN ini diisi dengan orang-orang yang punya kualitas tinggi,” tegas Menteri Asman menerima kunjungan mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, di Jakarta, Senin, 27 November 2017.

    Menteri Asman menjelaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) zaman sekarang adalah sebagai pelayan masyarakat. Para ASN zaman now menurut Menteri Asman, harus memiliki jiwa hospitality atau jiwa melayani.

    “Yang bilang pegawai negeri itu penguasa adalah pegawai zaman dulu, bukan zaman now’ ASN zaman now adalah pelayan masyarakat,” ungkap Menteri Asman seperti dikutip dari laman resmi Kemenpan-RB.

    Menteri Asman juga menjelaskan, menjadi ASN zaman now bukanlah pekerjaan yang mudah. Para abdi negara ini harus keluar dari sistem kerja manual ke sistem kerja yang lebih modern.

    Dengan modernisasi, Menteri Asman ingin kinerja ASN tidak kalah dengan swasta. Sehingga, ke depannya kualitas sistem pemerintahan di Indonesia bisa meningkat.

    “Jadi tidak ada lagi PNS ke kantor tidak jelas apa yang dihasilkan. Apa yang menjadi target maka yang akan menjadi ukuran pegawai negeri berhasil atau tidak. Pemerintah tidak boleh lagi kalah dengan swasta, harus lebih baik dan bagus agar maju negara kita,” katanya.

    Poin terakhir, yang cukup penting adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Demi mewujudkan reformasi birokrasi yang optimal, pelayanan harus transparan dan mempermudah masyarakat. “Dan terakhir adalah terus mengembangkan layanan publik, semua harus mudah dan transparan karena pelayanan itu adalah hak rakyat,” kata Menteri Asman. 

    Pada 2018, pemerintah akan kembali membuka lowongan bagi  CPNS .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.